Terpisah dari Rombongan
Madinah, Trenzindonesia | Pemandangan lautan manusia memenuhi Masjid Nabawi pada pelaksanaan Salat Jumat menciptakan suasana haru dan penuh khusyuk.
Ratusan ribu jemaah memadati area dalam hingga meluber ke pelataran masjid, meski harus menahan panas terik matahari.
Namun, di tengah arus jemaah yang bergegas kembali ke hotel masing-masing usai salat, tak sedikit yang mengalami kendala, termasuk jemaah Indonesia yang terpisah dari rombongan dan lupa arah pulang.
Salah satunya adalah Muhammad Amin, jemaah asal embarkasi Medan (KNO 12) Kloter 12, yang sempat bingung saat keluar dari pintu 335 Masjid Nabawi. Beruntung, ia bertemu dengan petugas Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Madinah.
“Petugas ya?” tanya Pak Amin. Ciri khas seragam petugas haji memudahkannya mengenali mereka.
“Betul, Pak. Bapak mau ke mana?” sahut petugas sigap.
“Saya mau kembali ke hotel, tapi lupa jalannya dan tertinggal dari rombongan,” jawab Pak Amin.
Petugas segera memeriksa identitas yang dikenakan Pak Amin dan memastikan bahwa ia merupakan jemaah yang tinggal di Sektor 3 Daker Madinah. Senyum lega langsung terpancar di wajahnya.
Namun tantangan belum selesai. Di tengah panas menyengat, Pak Amin kehilangan sandalnya.
“Sandal saya tertinggal, Pak. Gak tahu di sebelah mana!” keluhnya.
Tanpa ragu, petugas memberikan sandal yang dikenakannya kepada Pak Amin, meski harus menapak panasnya lantai halaman Masjid Nabawi. Baru beberapa menit berjalan, panasnya terasa membakar kaki. Beruntung, tak jauh dari situ ada toko yang menjual sandal dan petugas bisa membeli alas kaki pengganti.
“Saya jangan dilepas, ya Pak!” pinta Pak Amin sembari tertawa ringan, merasa nyaman karena ditemani hingga aman.
Petugas kemudian mengantarkan langsung Pak Amin hingga tiba di hotel tempatnya menginap. Kebahagiaan pun menyelimuti jemaah tersebut.
“Bahagia rasanya bisa mengantarkan jemaah ini sampai ke hotel,” ujar petugas MCH yang kakinya sempat terasa perih dan sedikit melepuh. “Berkah. Semoga semua petugas haji Indonesia mendapat haji yang mabrur.”
Kejadian ini menjadi potret kepedulian dan ketulusan petugas haji Indonesia dalam melayani jemaah, bahkan di tengah cuaca ekstrem dan kondisi sulit sekali pun. (Da_Bon/Fjr) | Foto: Istimewa
