Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kaskus Gelar Rapat Hansip, Upaya Forum Komunitas Memberantas Isu Hoaks dan Penipuan Digital

189

JAKARTA, Trenz News | Untuk kali ke-3, Forum Kaskus Networks kembali melakukan aktivitas kopdar/offline bertajuk “Rapat Hansip”, Sabtu (17/12/2022). Sebelumnya, telah dilakukan aktivitas serupa pada November (Rapat Hansip 2) dan Oktober (Rapat Hansip 1).

Aktivitas Rapat Hansip Episode 3 ini bertujuan untuk meliterasi masyarakat dari isu hoaks, utamanya soal penipuan finansial yang kini marak di ranah daring/online, utamanya di media sosial, chatsApps (WA, SMS, telegram, dll).

Pada kegiatan yang mengusung tema ‘’Ragam Modus Baru penipuan Digital”, Kaskus mendatangkan pembicara yang cukup konsern di bidangnya, yakni:

1.Maulana Viliano MM, Deputi Manager Digital Marketing PT. BCA Tbk, yang membahas soal pencurian data melalui klik link dari kurir paket di whatsapp dan dari arahan download aplikasi BCA.

2.Reza Marwansyah, Praktisi Data & AI, yang memberikan gambaran bagaimana share engine bekerja, secepat apa, semasif apa, dan dampaknya terhadap data pengguna.

3.Aribowo Sasmito, Spesialis Cek Fakta Mafindo, memberikan solusi dan langkah yang efektif dan mudah dilakukan saat mendapatkan beragam modus penipuan di media online

Selain dihadiri oleh para kaskuser, acara yang berlangsung di Amalgam Coffee Brewery, Jakarta Pusat, tersebut juga dihadiri oleh beberapa komunitas, di antaranya dari komunitas otomotif Calya Sigra Club (Calsig), komunitas Ladies Car Community (LCC), dan perkumpulan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Dalam kesempatan tersebut, Maulana Vilano selaku perwakilan dari pihak perbankan menyebut bahwa banyak modus penipuan keuangan mengatasnamakan BCA, sehingga jika nasabah kurang waspada, maka akan terjebak di modus penipuan tersebut.

Salah satu yang saat ini tengah marak adalah isu hoaks soal pengumuman kenaikan tarif transfer, dan meminta data-data penting nasabah. Biasanya, modus ini disebarkan melalui platform chatApps (WhasApp/telegram), juga pesan singkat (SMS).

Sementara Reza Marwansyah menjelaskan lazimnya para penipu digital tersebut menggunakan metode social engineering sehingga mampu meyakinkan calon korbannya. Jika tak awas, maka ada potensi korban terjebak.

‘’Kata kunci gunakan yang aman, dan jangan pernah bagikan ke orang lain. Selain itu pelajari juga opsi keamanan lainnya, seperti sidik jadi, pengenalan wajah, dll,” pesan Reza.

Penjelasan Maulana dan Reza sejalan dengan paparan yang diungkap Aribowo, yang menyebut bahwa sebisa mungkin pengguna akun menggunakan password/kata kunci yang sama pada semua akun, dan jangan memberikan kode one time password (OTP) secara sembarangan.

“Jangan bagikan kode OTP untuk aktivasi tertentu, termasuk kepada pihak Bank,” ingatnya.

Aktivitas Rapat Hansip yang diusung Kaskus sejatinya menjadi satu tonggak dalam upaya pemberantasan informasi palsu, baik itu informasi umum maupun terkait keuangan.  (PR/Fjr) | Foto: Istimewa

Leave A Reply

Your email address will not be published.