Kemenko Polkam gelar edukasi literasi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Makassar, Trenzindonesia.com | Pemerintah terus mendorong penguatan peran pekerja migran Indonesia (PMI) dalam perekonomian nasional. Melalui Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Devisa Negara (Desk PPDN), Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar edukasi literasi keuangan bagi calon PMI dan keluarganya di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/9/2025).
PMI Rentan Jadi Sasaran Kejahatan Keuangan
Asisten Deputi Organisasi Kemasyarakatan Kemenko Polkam, Brigjen TNI Arudji Anwar, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi pekerja migran.
“PMI sangat rentan menjadi target kejahatan keuangan karena minimnya informasi yang dimiliki. Dengan meningkatnya literasi keuangan, para PMI bisa lebih optimal mengelola pendapatan sehingga remitansi yang dihasilkan juga lebih besar,” jelasnya.
Arudji menambahkan, pembentukan Desk PPDN merupakan langkah nyata dari Menko Polkam Budi Gunawan untuk mengoptimalkan kontribusi devisa negara dari remitansi pekerja migran.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang telah menjadi pahlawan devisa negara,” tegasnya.
Perlindungan Hukum dan Ancaman Digital
Hadir pula Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung, Sarjono Turin, mewakili Ketua Desk PPDN. Ia menekankan bahwa PMI memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional, sehingga aspek perlindungan hukum harus diperkuat.
“PMI sering menghadapi masalah seperti eksploitasi, kekerasan, hingga penipuan. Perlindungan hukum sangat penting untuk memastikan mereka aman,” ujarnya.
Sarjono juga menyoroti ancaman kejahatan siber seperti scam dan malware digital yang kerap menyasar PMI. Hal ini, menurutnya, dapat mengurangi efektivitas penerimaan devisa negara jika tidak diantisipasi.
Suara dari mantan PMI
Kegiatan literasi keuangan ini juga menghadirkan Suryanti, purna PMI yang sukses bekerja di Yordania selama 2,5 tahun.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Semoga para calon PMI bisa mengelola keuangan dengan baik agar taraf hidup keluarga meningkat sekaligus berkontribusi bagi devisa negara,” ungkapnya.
Dihadiri Ratusan Calon PMI dan Pemangku Kepentingan
Acara yang diikuti 400 calon pekerja migran Indonesia beserta keluarganya ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Kejaksaan Agung, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Polda Sulsel, hingga Dinas Tenaga Kerja Sulsel.
Langkah edukasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman keuangan para calon pekerja migran sekaligus meningkatkan kontribusi remitansi PMI sebagai salah satu sumber penting devisa negara Indonesia.
