Lampung Tengah, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus informasi digital, Madrasah Media Season 4 Lampung Tengah hadir sebagai ruang belajar sekaligus refleksi bagi santri untuk tetap tenang di layar, namun sigap dan profesional di balik layar. Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Gayau Sakti, ini berhasil mempertemukan puluhan santri media dari berbagai pesantren di Lampung Tengah.
Mengusung tema “Tenang di Layar, Hebat di Balik Layar”, Madrasah Media Season 4 diinisiasi oleh Media Pondok Lampung Regional 6 Lampung Tengah sebagai upaya membekali santri dengan keterampilan media digital yang kreatif, adaptif, namun tetap berlandaskan etika dan nilai pesantren.
Ketua Umum Media Pondok Lampung, Agus Humaidi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya media pesantren menjadi sarana dakwah yang menyejukkan dan bertanggung jawab. Menurutnya, santri media dituntut menjaga ketenangan sikap dalam bermedia, sekaligus tekun dan sungguh-sungguh dalam proses kreatif di balik layar.
“Media pesantren harus mampu menghadirkan konten yang informatif, menenangkan, dan membawa manfaat. Di balik itu semua, dibutuhkan kerja yang serius dan penuh tanggung jawab,” ujar Agus.

Rangkaian utama acara diisi dengan pelatihan fotografi dan pengolahan visual menggunakan Adobe Lightroom yang disampaikan oleh Asbab Musaqof. Materi ini membekali peserta dengan pemahaman teknik pengambilan gambar, pengolahan visual, hingga membangun foto yang tak hanya estetis, tetapi juga memiliki pesan kuat.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran sekitar 90 santri media yang berasal dari 35 pondok pesantren se-Lampung Tengah, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu forum kolaborasi santri kreatif terbesar di wilayah tersebut.
Usai sesi materi dan salat Ashar, para peserta melaksanakan sowan ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Abah KH. Nur Muhammad. Meski berada di luar rangkaian utama acara, momen ini menjadi penguatan adab dan nilai pesantren yang menyatu dengan proses belajar santri.
Dalam dawuhnya, Abah KH. Nur Muhammad menegaskan bahwa santri adalah generasi penerus yang memikul tanggung jawab keilmuan. Ilmu yang diperoleh dari pengkajian kitab tidak cukup berhenti pada ranah teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Media sosial hari ini adalah ladang syiar. Santri harus menjadi jembatan antara tradisi keilmuan pesantren dan teknologi komunikasi modern,” tutur beliau.

Pada malam harinya, panitia mengumumkan santri terbaik karya fotografi. Salah satu santri dari Pondok Pesantren Walisongo berhasil meraih voucher senilai Rp1.000.000 dari Al Ikhsan Printing sebagai dukungan keberangkatan ke MPJ Fest di Jember, Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan atas kualitas karya foto yang dinilai menonjol oleh pemateri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sebagian Gawagis Lampung Tengah serta Pembina Media Pondok Lampung, Gus Ali Wafa. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, penuh semangat belajar, dan sarat kolaborasi antar santri.
Melalui Madrasah Media Season 4, Media Pondok Lampung berharap santri media dapat tumbuh menjadi kreator digital yang profesional, berkarakter, dan beretika, sekaligus mampu membawa nilai-nilai pesantren ke ruang publik digital secara elegan dan berkelanjutan.
