Relawan Lalu Lintas Jalan Sancang yang Penuh Senyum
Bogor, Trenzindonesia | Sosok Mahpud, relawan pengatur lalu lintas yang dikenal luas di kawasan Jalan Sancang, Bogor Tengah, telah berpulang pada usia 53 tahun.
Ia meninggal dunia di rumahnya di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, akibat penyakit lambung kronis (GERD) yang sudah lama dideritanya.
“Penyakit ini memang sudah lama diderita almarhum. Beliau sempat dirawat inap selama delapan hari pada awal Mei kemarin, lalu rawat jalan di rumah,” ungkap Ayati, istri Mahpud.
Meski dalam kondisi sakit, Mahpud tetap setia menjalankan aktivitasnya sebagai pengatur lalu lintas. Dengan senyum lebar, gaya nyentrik, dan gerakan tangan yang khas, ia membuat suasana kemacetan menjadi lebih ringan. Tak hanya mengatur kendaraan, Mahpud juga membagikan semangat dan keceriaan kepada siapa pun yang melintas.
“Bapak orangnya humoris. Sama siapa saja ramah dan suka bercanda. Meski sakit, dia tetap tersenyum, tidak menunjukkan rasa sakitnya,” kenang Ayati.
Mahpud bukan sekadar “Pak Ogah” biasa. Aksinya yang unik sempat viral di media sosial dan menginspirasi banyak orang. Ia pernah mendapatkan hadiah kulkas dari seorang influencer sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya. Tak jarang pula, pengendara memberi rezeki tambahan sebagai bentuk terima kasih.
Sejak awal 2000-an, Mahpud telah berpindah dari satu simpang ke simpang lain di Kota Bogor—mulai dari Tugu Narkoba, Jambu Dua, Hotel Salak, hingga akhirnya menetap di Jalan Sancang. Di sana, ia mulai bertugas sejak pagi sekitar pukul 08.00 hingga sore selepas salat Ashar.
“Dari pekerjaan ini, almarhum bisa menafkahi keluarga dan menyekolahkan keempat anaknya hingga lulus semua, meskipun dirinya sendiri tidak menyelesaikan pendidikan dasar,” tutur Ayati dengan mata berkaca-kaca.
Kini, Jalan Sancang kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Tidak ada lagi Mahpud yang menari di tengah deru kendaraan. Namun, senyum, semangat, dan keikhlasan Mahpud akan selalu dikenang warga Bogor.
Ia mungkin bukan pejabat atau tokoh terkenal, namun bagi banyak orang, Mahpud adalah pahlawan kecil yang kehadirannya memberi makna besar dalam kehidupan sehari-hari. Selamat jalan, Mahpud. Terima kasih atas pengabdian dan kebaikanmu. (Fjr)
