Trenz Indonesia
News & Entertainment

Polusi Udara di Kota Bogor: Tantangan dan Solusi

Vayireh Sitohang : CaLeg DPRD Kota Bogor

231

BOGOR, Trenzindonesia | Kota Bogor, sebuah tempat yang dikenal dengan keindahan alamnya, saat ini menghadapi masalah serius dalam bentuk polusi udara yang semakin memburuk.

Kebun Raya Bogor dan hutan kota yang terkenal, tidak lagi mampu membersihkan udara di Kota Bogor. Hal ini terutama tercermin dalam peningkatan konsentrasi PM2,5 dan kandungan karbon dioksida di atmosfer yang mencapai hingga 400 ppm.

PM2,5 adalah partikel kecil dalam udara yang, ketika masuk ke dalam sistem pernafasan dan paru-paru, dapat meningkatkan risiko penyakit seperti pneumonia dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Kelompok rentan seperti balita dan lansia berisiko lebih tinggi.

Menurut Rini Hidayati, seorang Pakar Biometeorologi dari IPB, ada beberapa faktor penyebab meningkatnya polusi udara di Bogor:

Musim Kemarau dan El-Niño: Kondisi cuaca seperti musim kemarau dan fenomena El-Niño dapat mengakibatkan kurangnya hujan, sehingga tidak ada air hujan yang dapat membersihkan polutan udara. Polutan berasal dari kendaraan berbahan bakar fosil, limbah pabrik, dan rumah tangga.

Kemacetan: Kemacetan lalu lintas di Kota Bogor menyebabkan kendaraan berbahan bakar fosil berada dalam kondisi idle lebih lama, yang berarti lebih banyak polutan dibuang ke udara.

Pembuangan Limbah: Pembuangan limbah dari pabrik dan pembakaran sampah rumah tangga juga berkontribusi pada peningkatan polusi udara.

Pertanyaan yang patut dipertimbangkan adalah apakah semaraknya atribut kampanye Calon Legislatif (CaLeg) di berbagai sudut kota berkontribusi pada peningkatan polusi udara. Apakah pembangunan infrastruktur seperti drainase, jalan, jembatan, dan gedung-gedung juga berperan dalam meningkatkan polutan udara? Apakah peningkatan jumlah rumah tangga yang memasak dengan kompor gas akibat resesi ekonomi juga ikut serta dalam meningkatkan polusi udara? Dan apakah pertumbuhan kepadatan penduduk yang semakin tinggi berkontribusi pada penurunan lahan terbuka hijau dan buruknya lingkungan?

Untuk menjaga dan melestarikan alam serta mengatasi masalah polusi udara, ada beberapa tindakan yang dapat diambil oleh para CaLeg:

Para CaLeg dapat mendukung kebijakan lingkungan yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas udara. Ini termasuk mendukung kendaraan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan: Kampanye edukasi dan kesadaran lingkungan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi polusi udara. Para CaLeg dapat menjadi advokat dalam upaya ini.

Transportasi Publik: Mendukung pengembangan transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan kemacetan lalu lintas.

Penghijauan Kota: Memperluas ruang terbuka hijau dan area penanaman pohon dapat membantu membersihkan udara dan memberikan kesejukan bagi kota.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi dan menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari. Melalui tindakan kolektif, kita dapat menyelamatkan balita dan lansia dari dampak buruk polusi udara dan menjaga kehidupan yang asri.

Vayireh Sitohang

CaLeg DPRD Kota Bogor

Wakil Ketua PDI Perjuangan Kota Bogor

Leave A Reply

Your email address will not be published.