HomeNewsSalam Empat Jari: Dari Signal for Help hingga Simbol Perubahan di Kota...

Salam Empat Jari: Dari Signal for Help hingga Simbol Perubahan di Kota Bogor

Published on

Perempuan untuk perempuan, lelaki dukung perempuan

Menyuarakan perubahan dan memperjuangkan hak-hak perempuan

Bogor, Trenzindonesia | Di berbagai belahan dunia, orang-orang telah menciptakan berbagai cara untuk meminta bantuan ketika mengalami pelecehan atau kekerasan.

Salah satu metode yang iasar adalah “Signal for Help”, sebuah gerakan non-verbal menggunakan empat jari yang bertujuan untuk mengirim sinyal darurat secara diam-diam. Isyarat ini digunakan terutama oleh korban kekerasan berbasis gender, dan pertama kali diinisiasi oleh Women’s Funding Network (WFN) serta Canadian Women’s Foundation (CWF).

Salam Empat Jari: Dari Signal for Help hingga Simbol Perubahan di Kota Bogor

Cara melakukan Signal for Help cukup sederhana: angkat empat jari dengan telapak tangan menghadap ke depan, lalu lipat ibu jari ke telapak tangan dan tutup dengan empat jari lainnya, membentuk kepalan. Gerakan ini memungkinkan seseorang untuk meminta bantuan secara diam-diam ketika mereka tidak dapat berbicara secara langsung.

Di Indonesia, penggunaan empat jari juga pernah menjadi iasa politik, terutama pada pemilihan presiden 2024 ketika salah satu calon, Anies Baswedan, mengaitkan gerakan empat jari dengan gerakan perubahan. Kini, jelang Pilkada Kota Bogor, gerakan ini kembali mencuri perhatian, meskipun dengan interpretasi yang berbeda. Apakah salam empat jari yang kembali iasar ini juga ias diartikan sebagai “Signal for Help”? Tidak secara langsung, namun ada kaitan yang ias ditarik.

Rena Da Frina: Simbol Perubahan untuk Bogor Ramah Perempuan

Salam Empat Jari: Dari Signal for Help hingga Simbol Perubahan di Kota Bogor
Eko Okta Ariyanto. SE,

Dilansir dari tulisan di artreya.com berjudul “Salam4 Jari, Kode Signal for Help Dunia Internasional Berlanjut ke Rena Da Frina Untuk Kota Bogor Esok” yang di tulis oleh Rakyat Jelata Kota Bogor, Eko Okta Ariyanto. SE, Salah satu tokoh yang saat ini sedang menjadi sorotan di Kota Bogor adalah Rena Da Frina, calon Walikota nomor urut 4 yang berpasangan dengan Teddy Risandi.

Sebagai satu-satunya kandidat perempuan, Rena dikenal dengan komitmennya untuk memajukan kesejahteraan perempuan dan anak di Kota Bogor. Dengan latar belakang sebagai mantan Lurah, Camat, hingga Kadis PUPR, Rena memiliki visi untuk menjadikan Kota Bogor lebih ramah bagi perempuan, anak-anak, dan keluarga prasejahtera.

Rena juga sering berbicara tentang pentingnya pendidikan yang terjangkau. Dia prihatin dengan banyaknya siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya karena tidak mampu menebus ijazah atau membayar biaya sekolah swasta yang mahal. “Masih banyak warga yang bermimpi anaknya bisa sarjana, tapi terkendala biaya,” ujarnya dalam beberapa kesempatan. Masalah zonasi sekolah juga menjadi perhatian, karena selama 10 tahun terakhir, Kota Bogor belum menambah jumlah SD atau SMP negeri, meskipun kebutuhan terus meningkat.

Komitmen Rena sebagai pemimpin perempuan tak hanya untuk mempercantik kota, tetapi lebih kepada membangun kesejahteraan rakyat, terutama perempuan kepala keluarga dan warga prasejahtera. Dia ingin menciptakan program-program yang mendukung kesejahteraan perempuan, terutama mereka yang harus berjuang sendiri menafkahi keluarga.

Meskipun salam empat jari yang diperkenalkan Rena tidak secara eksplisit terhubung dengan Signal for Help seperti di Kanada, esensi dari gerakan ini — yakni menyuarakan perubahan dan memperjuangkan hak-hak perempuan — tetap terasa relevan.

Membangun Kota Bogor yang lebih ramah perempuan dan anak bukan hanya tugas perempuan saja. Seperti yang diungkapkan oleh Rena, “Perempuan untuk perempuan, lelaki dukung perempuan.” Di sinilah pentingnya solidaritas dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.

Eko Okta Ariyanto. SE,

Jadi, apakah empat jari ini simbol perubahan, atau bahkan Signal for Help versi Kota Bogor? Interpretasinya memang bisa berbeda-beda, tapi satu hal yang jelas: Rena Da Frina berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, terutama perempuan, di Kota Bogor. Salam empat jari, untuk perubahan dan masa depan yang lebih baik bagi Kota Bogor. (Fjr) | Foto: BOGOR RE4DY

Latest articles

Garuda Emas di Dada Dela Deniya Jadi Sorotan, Desainer Migi Rihasalay dan Wishnu Aji Siapkan Gebrakan Baru

Jakarta, Trenzindonesia.com | Penampilan memukau selalu menjadi salah satu kunci penting dalam kompetisi...

PNM Tanam 27.000 Pohon di Seluruh Indonesia, Wujudkan Pemberdayaan Berkelanjutan hingga Generasi Mendatang

Jakarta, Trenzindonesia.com | Upaya pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan ekonomi dan...

Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) Gandeng Ketua FBJ dan Owner Q Coffee, Salurkan 150 Paket Makan untuk Warga

JAKARTA – Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial dengan...

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Pengusaha Muda Malvin Pradipta Irianto Soroti Pentingnya Karakter, Kompetensi, dan Keberanian Generasi Muda Menuju...

More like this

PNM Tanam 27.000 Pohon di Seluruh Indonesia, Wujudkan Pemberdayaan Berkelanjutan hingga Generasi Mendatang

Jakarta, Trenzindonesia.com | Upaya pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan ekonomi dan...

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Pengusaha Muda Malvin Pradipta Irianto Soroti Pentingnya Karakter, Kompetensi, dan Keberanian Generasi Muda Menuju...

HUT ke-27 PNM Tak Sekadar Perayaan, 27.000 Pohon Ditanam Serentak di Indonesia Jadi Bukti Aksi Nyata

Jakarta, Trenzindonesia.com | Perayaan hari ulang tahun perusahaan umumnya identik dengan seremoni dan...