Jakarta, Trenz News I Kamis (21/11) sore lalu, selain 7 (tujuh) orang Staf Khusus Presiden (SKP) dari kalangan millennial yang diperkenalkan kepada media, di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo juga mengangkat 7 (tujuh) orang SKP.
“Tambahannya ada Pak Arif Budimanta. Yang baru siapa lagi? (Dini Purwono, red),” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan saat memperkenalkan 7 SKP dari kalangan millenial itu.
Dari SKP yang lama, menurut Presiden Jokowi, masih ada Sukardi Rinakit, Ari Dwipayana, dan Diaz Hendropriyono. Selain itu, sudah ada 2 (dua) SKP yang lebih dulu ditetapkan, yaitu Fadjroel Rahman (Juru Bicara Presiden) dan Anggit Nugroho.
Soal jumlah total SKP itu, Presiden Jokowi mengaku tidak menghitung. “14, nah. Saya itu nggak pernah ngitung,” ujarnya.
Adapun mengenai pembagian bidang-bidangnya, menurut Presiden Jokowi, ini kerja barengan.Hanya tadi Mbak Angkie (Angkie Yudistia, red), khusus untuk juru bicara bidang sosial. “Saya tambahi tugas itu,” ucap Presiden.
Tidak ‘Full Time’
Mengenai 7 (tujuh) SKP millenial, Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa mereka tidak full time, karena mereka sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan.
“Yang bisa nanti mingguan, bisa tidak haruskan ketemu, nggak harus ketemu, tapi minimal 1 minggu, 2 minggu pasti ketemu. Kan tidak harus harian ketemu, tapi bahwa masukan itu setiap jam, setiap menit kan bisa saja,” kata Presiden Jokowi.
Presiden juga menjelaskan, bahwa penunjukan para SKP itu tidak pernah mendadak. Sudah berapa tahun sebelumnya, Presiden mengaku berbicara dengan mereka dan itu, kemudian sudah berapa bulan saya tidak berbicara dengan mereka dalam rangka mempersiapkan ini.
“Nggak pernah saya yang namanya ndadakan, nggak pernah. Prosesnya berapa lama tanyakan langsung ke beliau-beliau,” tegas Presiden Jokowi. [ASA I SP-Setkab]
