Kacang panjang merah atau Red Noodle tengah digemari penghobi urban gardening karena penampilan polongnya yang merah keungguan. Tanaman ini masih satu jenis dengan kacang panjang biasa, yakni Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis, dan bisa ditanam di polybag asalkan wadahnya cukup besar, drainasenya lancar, serta diberi ajir yang kuat untuk merambat.
Butuh matahari penuh dan penopang kokoh
Meski bisa tumbuh di wadah, Baker Creek Heirloom Seeds menyebut kacang panjang merah sebenarnya bukan pilihan terbaik untuk pot karena pertumbuhannya sangat agresif dan menuntut penopang kuat. Jika tetap ditanam di wadah, ukurannya harus cukup besar dan dalam, dengan teralis yang kokoh. Sumber yang sama menyatakan tanaman ini tahan panas ekstrem dan kelembapan tinggi, sehingga cocok dengan iklim tropis Indonesia.
Penempatan menentukan jumlah polong yang dihasilkan. Tanaman memerlukan sinar matahari langsung minimal 6-8 jam sehari, misalnya di teras depan, balkon, atau rooftop. Benih sebaiknya ditanam langsung di polybag tujuan tanpa disemai lebih dulu karena perakarannya sensitif terhadap pemindahan.
“Kacang panjang lebih suka ditanam langsung di kebun. Akarnya dangkal dan tidak tahan dipindahkan,” kata Angela Judd, master gardener dan pendiri Growing in the Garden, dikutip dari Homes & Gardens. Ia menambahkan, “Sinar matahari penuh itu sangat penting.”
Menyiapkan polybag dan media tanam
Pilih polybag berdiameter minimal 30-40 cm, atau berkapasitas sekitar 40-55 liter bila memungkinkan. Wadah besar menyimpan air lebih lama sehingga tanaman tidak mudah stres pada siang hari. Akar kacang panjang bisa menembus hingga sekitar 25 cm ke dalam media, karena itu akar tidak boleh terimpit.
Bagian bawah polybag harus diberi lubang drainase, lalu ditaruh batu kecil agar lubang tidak tersumbat tanah. Media tanam diracik dengan perbandingan 2:1:1, yaitu dua bagian tanah gembur, satu bagian kompos atau pupuk kandang matang, dan satu bagian sekam atau arang sekam. Tanah dan kompos diayak lebih dulu supaya tidak menggumpal.
Baker Creek menyarankan tanah subur dengan pH ideal antara 6,0 dan 7,0 yang diperkaya kompos atau pupuk kandang matang. Bila tanah terlalu asam, tambahkan sedikit kapur dolomit beberapa minggu sebelum tanam. Media sebaiknya diisikan sehari sebelum tanam hingga sekitar tiga perempat bagian polybag, menyisakan ruang di atas untuk penyiraman dan pupuk susulan.
Gunakan benih yang bernas, tidak keriput, tidak berlubang, dan bebas hama. Benih unggul umumnya memiliki daya kecambah di atas 90 persen. Sebelum ditanam, rendam benih dalam air bersih bersuhu ruang sekitar dua jam, atau semalaman bila kulitnya terlihat keras.
Menanam, merawat, dan mengatur penyiraman
Buat lubang tanam sedalam 2-3 cm di tengah polybag, lalu masukkan 2-3 benih per wadah sebagai cadangan. Tutup dengan tanah tipis atau pupuk kandang halus dan semprot air hingga media lembap, tetapi tidak becek. Dalam kondisi ideal, tunas muncul dalam 4-7 hari. Selama masa awal, letakkan polybag di tempat terang yang terlindung dari hujan deras.
Bila ada benih yang gagal tumbuh atau bibit rusak, lakukan penyulaman saat tanaman berumur 5-7 hari agar pertumbuhan lebih serempak. Setelah bibit kuat, sisakan satu atau dua tanaman terbaik supaya tidak berebut nutrisi.
Pasang ajir sejak awal. Panduan Homes & Gardens menyebut teralis sebaiknya setinggi minimal sekitar 2 meter dan dipasang saat menanam agar akar tidak terganggu di kemudian hari. Bambu, kayu, atau jaring rambat yang diikat ke pagar bisa menjadi pilihan. Ikat sulur muda secara longgar dengan tali lembut agar batang tidak lecet.
Penyiraman disesuaikan dengan kondisi media. Jika media cenderung kering, siram dua kali sehari, pagi dan sore; bila masih lembap, cukup sekali sehari. Polybag lebih cepat kering daripada lahan terbuka, jadi kelembapan perlu dicek setiap hari saat musim kemarau. Periode paling kritis adalah menjelang dan selama masa berbunga. Menurut USDA, polong akan menjadi pendek dan berserat jika kelembapan tanah rendah.
Pupuk nitrogen dalam jumlah besar sebaiknya dihindari karena membuat daun lebat tetapi polong sedikit, demikian panduan Purdue Extension. USDA mencatat tanaman ini justru tumbuh baik di tanah gembur yang tidak terlalu kaya nitrogen. Kompos di awal tanam biasanya sudah cukup; saat tanaman berumur sekitar 45 hari, tambahkan pupuk susulan seperti SP36 dan KCl dalam dosis kecil di sekitar lubang tanam. Pupuk organik cair bisa disemprotkan seminggu sekali.
Cabut gulma yang tumbuh di polybag selagi masih kecil karena ikut menyerap air dan nutrisi. Pemangkasan ujung tunas samping, terutama yang sudah melewati puncak ajir, dapat merangsang munculnya bunga baru sekaligus memperbaiki sirkulasi udara. Periksa bagian bawah daun untuk mencari kutu daun, ulat, atau bercak daun; serangan ringan bisa diatasi secara manual, dengan semprotan air, atau pestisida nabati.
Panen dan penyimpanan
Menurut Purdue Extension, kacang panjang sebaiknya dipanen 65-80 hari setelah tanam, saat polong berukuran panjang 25-30 cm dengan diameter sekitar 1 cm. Petik pada pagi hari ketika polong masih segar, lalu potong tangkainya dengan gunting agar batang tidak rusak.
“Petiklah secara rutin agar tanaman terus berproduksi,” kata Melinda Myers, pakar berkebun dan penulis buku-buku hortikultura, dikutip dari MelindaMyers.com.
Pada musim puncak, tanaman perlu dicek setiap 2-3 hari. Semakin rutin dipetik, semakin banyak bunga dan polong baru yang muncul. Setelah panen pertama, tanaman biasanya masih berbuah selama beberapa minggu. Polong yang dibiarkan terlalu tua berubah dari renyah menjadi lunak; rasa manis dan sedikit gurih khas kacang panjang merah paling terasa saat polong dipetik muda.
Warna merah keunguan pada polong memudar dan berubah kehijauan ketika dimasak. Karena itu banyak orang menyajikannya sebagai lalapan atau menumisnya sebentar saja.
Hasil panen sebaiknya disimpan di kulkas tanpa dicuci lebih dulu dan umumnya tetap segar sekitar satu minggu. Untuk perbanyakan, biarkan beberapa polong tua mengering di tanaman, lalu jemur di tempat berangin. Setelah benar-benar kering, kupas dan simpan bijinya dalam wadah kedap udara di tempat sejuk.
Beberapa trik tambahan membuat kebun polybag lebih produktif. Taburkan mulsa berupa jerami, daun kering, atau serbuk kayu di permukaan media untuk menjaga kelembapan dan menekan gulma. Hindari memakai media bekas kacang-kacangan untuk menanam kacang lagi; media tersebut lebih cocok untuk sayuran daun yang butuh banyak nitrogen. Letakkan polybag di sisi yang terlindung, misalnya dekat dinding atau pagar, agar sulur yang rapuh tidak patah diterpa angin kencang. Untuk lahan terbatas, polybag bisa disusun vertikal, dan sulur diarahkan ke dinding atau pagar.
