Festival musik Pesta Juara menggelar gelaran perdananya di Yon Bekang, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (7/11). Acara ini menjadi pembuka dari rangkaian perjalanan festival ke enam kota dengan mengusung semangat “Juarakan Hidupmu”.
Pesta Juara tidak dirancang sekadar sebagai konser musik. Festival ini diposisikan sebagai ruang berekspresi dan berbagi pengalaman, dengan musik sebagai penghubung, energi, sekaligus kenangan bersama bagi pengunjungnya.
Karakter khas dan dua zona rasa
Brand Manager Juara, Sugiono Susilo, menyatakan bahwa Pesta Juara adalah festival pertama yang digagas pihaknya. Menurut dia, rangkaian acara ini dirancang dengan karakter, pengalaman, dan identitas tersendiri yang membedakannya dari festival lain.
“Lebih dari sekadar pertunjukan musik, festival ini membawa semangat ‘Juarakan Hidupmu’ lebih dekat kepada publik, melalui pengalaman yang mengajak masyarakat mengekspresikan diri, merayakan pencapaian, menikmati musik, dan menciptakan momen bersama,” ujar Sugiono.
Selain penampilan musisi, penyelenggara menyiapkan sejumlah hiburan dan aktivitas lain yang disesuaikan dengan karakter setiap kota yang disinggahi. Pengalaman pengunjung juga dilengkapi dua zona bertema rasa, yakni Zona Intens dan Zona Klik.
Zona Intens menghadirkan nuansa kesegaran yang terinspirasi dari sensasi pucuk, pisang susu, jus jambu, hingga markisa. Sementara Zona Klik menawarkan eksplorasi rasa buah yang lebih beragam, dengan sentuhan berry, watermelon, green grape, sweetmint, dan peach. Kedua zona itu melengkapi perjalanan pengunjung selama berada di area festival.
Lima penampil di panggung Bogor
Untuk pembuka di Bogor, Pesta Juara menghadirkan lima penampil utama: Tony Q Rastafara, Dhyo Haw, Wish, Eleanor Whisper, dan The Dusty Rusty. Energi panggung, penampilan para musisi, serta suasana guyub antar pengunjung disebut menjadi inti pengalaman festival ini.
Festival berlangsung di Yon Bekang, Jalan Garuda No. 31, Cibinong, Jawa Barat, mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Kehadiran para musisi menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menikmati musik sekaligus merasakan pengalaman festival yang mengedepankan ekspresi dan kebersamaan.
Menurut Sugiono, Bogor adalah titik awal perjalanan Pesta Juara. Ia berharap festival ini terus berkembang dan hadir dengan pengalaman yang khas di setiap kota tanpa meninggalkan semangat utamanya.
“Bogor menjadi awal perjalanan dari keseruan Pesta Juara. Kami berharap festival ini terus berkembang dan hadir dengan pengalaman yang khas di setiap kota, sambil tetap membawa semangat untuk berani mengekspresikan diri dan menikmati momen bersama,” kata Sugiono kepada KapanLagi.com.
Setelah Bogor, rangkaian Pesta Juara akan berlanjut ke lima kota lainnya dengan semangat yang sama, dikemas menyesuaikan karakter masing-masing daerah.
