Lampung, Trenzindonesia.com | Ratusan anggota keluarga besar Bani KH Abu Hamid dari berbagai daerah berkumpul dalam suasana hangat dan penuh makna dalam reuni akbar yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Sidorejo, Lampung Timur, Kamis (27/3/2026).
Reuni penuh makna: dari nostalgia hingga komitmen masa depan
Mengusung tema “Mengenang Masa Lalu, Merajut Masa Depan, Menjalin Silaturahim”, acara ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum strategis memperkuat ikatan keluarga sekaligus merumuskan langkah ke depan.
Reuni berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qur’an yang diasuh oleh KH Ali Mustofa Al Mursyid. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting keluarga, di antaranya KH Umar Charis Al Mursyid, KH Abdullah Muhsin, KH Badarudin, Nyai Hj Nurul Istiqomah Al Hafidhoh, hingga KH Dr A Muslimin Lc MH.
Kehadiran para tokoh ini menambah khidmat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan lintas generasi.
Sambutan penuh pesan persatuan

Acara dibuka dengan sambutan dari KH Yasin dan Kyai Sodiq yang mewakili pimpinan keluarga besar. Dalam pesannya, mereka menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan sebagai fondasi utama keluarga besar.
“Silaturahmi ini harus terus dijaga, karena dari sinilah kekuatan keluarga berasal,” menjadi pesan yang menguatkan suasana kebersamaan.
Diskusi masa depan: pendidikan, dakwah, hingga sosial
Tak hanya bernuansa nostalgia, reuni ini juga diisi dengan berbagai kegiatan produktif. Mulai dari sesi berbagi kenangan, foto bersama, hingga diskusi interaktif mengenai program-program keluarga ke depan.
Beberapa fokus utama yang dibahas meliputi:
- Penguatan pendidikan berbasis nilai keislaman
- Pengembangan dakwah yang adaptif
- Kegiatan sosial untuk masyarakat luas
Hal ini menunjukkan bahwa reuni keluarga tak lagi sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi nyata.
Tausiah yang menguatkan nilai akar keluarga

Dalam tausiahnya, Kyai Sodiq mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai keluarga sebagai pijakan menghadapi masa depan.
“Reuni ini bukan hanya sekadar pertemuan, tapi juga pengingat akan akar kita, serta inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama keluarga,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi seluruh anggota keluarga yang hadir.
Ditutup doa dan harapan jadi tradisi tahunan
Acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan makan yang semakin mempererat kehangatan suasana.
Reuni akbar Bani KH Abu Hamid ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi tradisi tahunan yang terus memperkokoh persaudaraan dan menjaga nilai-nilai luhur keluarga.
