HomeNewsTim JKW-PWI: 60 Km Bikin Jantungan Hingga Yanni Awali Pendakian Gunung Kerinci

Tim JKW-PWI: 60 Km Bikin Jantungan Hingga Yanni Awali Pendakian Gunung Kerinci

Published on

Oleh; Agus Blues Asianto*

JAMBI, Trenz Corner I Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) yang terdiri dari 4 riders Agus Blues Asianto, Yanni Krisnayannni, Indrawan Ibonk, dan Sonny Wibisono menunggangi si kuda besi Kawasaki akhirnya memasuki Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi, Senin (8/11/2021) siang lalu.

Tim JKW-PWI di perkebunan teh Kayu Aro, Jambi.

Desa Mekar Jaya berhawa sejuk berkisar antara 17-23 derajat Celsius yang berada di kaki Gunung Kerinci (3.805mdpl). Tim JKW-PWI menginap di Nayla Homestay, iya untuk long stay tiga hari kedepan. Sementara Selasa (9/11) pagi, Yanni ditemani guide pendakian Andrean. Usai berdoa bersama, ketiga Tim JKW-PWI pun melepas keberangkatan Yanni dan Andrean dengan menggunakan sepeda motor untuk menuju ke pos pendakian

Oh iya, lokasi Gunung Kerinci yang berada di perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, juga terhampar Taman nasional Kerinci Seblat yang menjadi taman nasional terbesar di Indonesia ini, masuk dalam jajaran 7 gunung tertinggi di Indonesia (seven summit of Indonesia) menjadikan awal dari pendakian gunung pertama yang berada di tanah Sumatera.

Tim JKW-PWI bersama guide pendakian Gn. Kerinci Andrean, di Nayla Coffee shop, Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi

Sementara ketiga rekan Yanni dalam Tim JKW-PWI akan melakukan explore wilayah diseputaran Gunung Kerinci, dari urusan motret-memotret landscape, kulineran, budaya, masyakarat dan sebagainya.

Jauh sebelum memasuki wilayah Desa mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi. Pada hari Minggu (7/11), Tim JKW-PWI mengawali riding sejauh 291 km (8 jam) perjalanan dari penginapan Dadari, Ketaun, Bengkulu Utara menuju penginapan Aroma, Sungai Penuh, Jambi.

Sementara perjalanan dari Ketaun hingga Ipuh ±82km menyusuri pantai pesisir barat dengan dikanan kiri terhampar perkebunan sawit dengan kondisi jalan nyaris penuh lubang.

Keberadaan Tim JKW-PWI di Km 0, Pangkal Pinang, Pulau Bangka.

Selanjutnya selepas magrib dari Tapan (Sumbar) menuju Sungai Penuh (Jambi) yang berjarak sekitar 60km, Tim JKW-PWI melintasi jalan berkelok perbukitan hutan dengan tebing dan jurang pada sisi kanan dan kirinya.

Kalau saja Tim JKW-PWI sempat was-was dan berdebar, ketika melintas di wilayah Lampung atau Kepala Curup dengan info rawan kejahatan. Kali ini Tim JKW-PWI kembali harus menghadapi perasaan cemas dan takut lantaran di lintasan hutan sejauh 60km rawan bencana. Tim JKW-PWI sempat 5 kali melintas jalanan yang usai tertimbun tanah lonsor dari tebing. Mana jaraknya nyaris menembus 200-an meter dari setiap longsoran, juga badan jalan yang tak terhitung lagi longsor akbiat tergerus air hujan.

Yang mengerikan dengan sempitnya lebar jalanan ditambah tanah merah bercampur air, sehingga motor hanya mampu dipacu 25km/jam. Khawatir jika terlalu kencang dan berpapasan dengan kendaraan didepannya, motor-motor dari Tim JKW-PWI akan selip. Sedangkan yang menguntungkan pada malam itu, cuaca tak turun hujan.

Tim JKW-PWI bersama Kingland Sumsel, Julius Thamsir.

Akhirnya dari rasa penat, capai dan was was, Tim JKW-PWI yang memutuskan bermalam di penginapan Aroma, Sungai Penuh, kemudian keesokan hari, Senin (8/11) menjejakan kakinya di wilayah Kayu Aro, Jambi, terbayarkan untuk long stay selama 3 hari di Nayla Homestay, Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi.

Semenjak, Kamis 28 Oktober 2021 Tim JKW-PWI start dari halaman Kantor Dewan Pers, Jakarta, telah menghabiskan 13 hari perjalanan, menembus 1.766km, melintas 7 provinsi, menyebrangi 2 selat, yakni Selat Sunda dan Selat Bangka, menyimpan banyak cerita disetiap kilometernya.

Tim JKW-PWI dipesisir Pantai Hijau, Ketaun, Bengkulu Utara.

Seperti apa cerita selanjutnya disetiap kilometernya? Tim JKW-PWI yang mendapat support dari Kingland Tube & Tire, Kawasaki Motor Indonesia, Contin Moto Jakarta, Trooper Helm, Kemenpora, Artha Graha Peduli, Djarum Foundation kembali akan mengkabarkan. Salam jelajah Indonesia! I Foto-foto: Indrawan Ibonk, Sonny Wibz, Yanni Krisnayanni.

(*) Penulis adalah anggota Tim JKW-PWI, juga Manager Teknis, Guide Tour, Road Captain.

Latest articles

Zephyer Project Vol. 4 Siap Guncang Bekasi, Denny Caknan, NDX A.K.A, dan Aftershine Jadi Magnet Festival Musik Koplo Modern

Bekasi ,Trenzindonesia.com – Gelombang popularitas musik koplo modern di Indonesia masih terus menunjukkan tren...

Slank Rilis Album Republik Fufufafa, Suarakan Isu Lingkungan dan Kritik Sosial

Jakarta – Grup musik legendaris Slank resmi merilis album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa...

Nasionalisme Jadi Benteng NKRI di Perbatasan, Akademisi Ingatkan Ancaman Tak Lagi Datang dari Senjata

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya ancaman kejahatan lintas...

Kaset 80an Retro Groove Tour 2026 Sukses Guncang Yogyakarta & Semarang, Bawa Ribuan Kenangan Manis Era 80-an Kembali Hidup

Suasana hangat penuh nostalgia menyelimuti Tip Tap Toe Cafe, Sleman, Yogyakarta, Jumat malam (5/6/2026),...

More like this

Nasionalisme Jadi Benteng NKRI di Perbatasan, Akademisi Ingatkan Ancaman Tak Lagi Datang dari Senjata

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya ancaman kejahatan lintas...

Royalti Memanas! Ratusan Musisi dan Pencipta Lagu Siap Kepung Kemenkum, Tuntut Hak Ekonomi Dikembalikan

JAKARTA — Konflik tata kelola royalti musik di Indonesia memasuki babak baru. Sekitar 400...

Jay Kondangin Rilis Single Terbaru 2026 “Sudah Ada Penggantiku”, Kisah Cinta yang Berakhir Pilu

Jakarta ,Trenzindonesia.com – Penyanyi Jay Kondangin kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui single...