Turut menyertai Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bersama rombongan tiba di Plaza Bandar Jaya pada pukul 10.00 WIB. Keduanya tampak kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang.
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan strategi besar dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, seluruh pihak harus optimistis bahwa bangsa kita memiliki kemampuan untuk bersaing dengan negara-negara lain di tengah perubahan global.
Kepala Negara juga menyebut bahwa NU selalu berupaya untuk mempertahankan dasar negara Pancasila dari pihak-pihak yang ingin mempertentangkan Pancasila dengan Islam.
Presiden Jokowi mengatakan, selama beberapa tahun belakangan, pemerintah memang mempercepat pengurusan sertifikat tanah milik warga. Sebab, sudah sejak lama dirinya mengetahui bahwa persoalan sengketa tanah terjadi di mana-mana.
Dalam acara tersebut, hadir 1.257 orang penerima manfaat PKH yang berasal dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Cilacap. Turut hadir pula kurang lebih 243 SDM pendamping PKH.
Persoalan pemenuhan kebutuhan listrik memang menjadi salah satu fokus pemerintah selama beberapa tahun belakangan. Presiden mengatakan, empat tahun lalu, kekurangan pasokan listrik biasa dialami oleh daerah-daerah di Indonesia bagian timur dan sejumlah wilayah terpencil lainnya.
Kepala Negara beserta rombongan lepas landas menuju Kabupaten Cilacap dengan menggunakan Pesawat CN 295 TNI AU melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, pada pukul 08.00 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi tampak berbincang hangat dengan Ibu Umar. Dirinya ingin mengetahui kondisi kesehatan Ibu Umar yang sudah berusia 88 tahun.
Mengenai munculnya desakan bagi PSSI untuk menggelar kongres luar biasa dan membentuk manajemen baru, Presiden Joko Widodo menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada PSSI itu sendiri.