Presiden Joko Widodo juga mengingatkan akan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan para dokter, perawat, tenaga medis, dan paramedis yang dengan kesukarelaan mereka selama berminggu bahkan berbulan-bulan mencurahkan tenaga untuk merawat pasien Covid-19 dan tidak dapat bertemu dengan keluarga mereka.
Presiden meminta jajaran aparatur pemerintah, khususnya TNI dan Polri, agar dalam menangani setiap peristiwa sekecil apapun jangan menggampangkan karena dunia sekarang, negara-negara penuh dengan discontent, ketidakpuasan.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI yang ditandatangani Presiden beberapa waktu lalu, Kepala Negara hendak mengoptimalisasi pengelolaan TNI yang anggotanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Presiden, dirinya hanya mengajukan satu nama Kabareskrim sebagai calon pengganti Tito Karnavian untuk posisi Kapolri. Pihak DPR RI sendiri mengaku sudah menerima Surat Presiden tentang pengajuan Kabareskrim Komjen Idham Azis sebagai calon Kapolri.
Perkembangan Sosial dan Politik menjelang Pelantikan Presiden tersebut justru memunculkan kekwatiran, ketika aspirasi publik di coba untuk digeser menjadi upaya menghianati mandat rakyat tersebut.
Menurut Presiden, ia akan segera menandatangani jabatan perwira tinggi TNI, yang nantinya akan ada tambahan jumlahnya kurang lebih 100 lagi perwira tinggi TNI. Jumlah ini pun, lanjut Presiden, akan dikaji terus, dan ke depan juga akan ada dibuka lagi ruang-ruang untuk tambahan perwira tinggi TNI.
Presiden menekankan bahwa potensi zakat yang besar di Indonesia harus bisa dimaksimalkan. Ia mengutip laporan yang disampaikan oleh Ketua BAZNAS,ada potensi Rp.232 triliun, dan yang baru bisa masuk ke BAZNAS Rp.8,1 triliun.