Turut hadir dalam Halal bihalal tersebut diantaranya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Wakil Sekretaris Kabinet Ratih Nurdiati, serta para pejabat eselon I dari Kemeterian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet (Setkab), dan juga Kantor Staf Kepresidenan.
Tema khotbah dalam Salat Id kali ini ialah “Idulfitri Menebar Maaf Membangun Kebersamaan” yang disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Tafsir dan Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Presiden menegaskan, pemerintah ingin sebuah hal yang konkret. Kepala Negara ingin agar betul-betul pelatihan itu menghasilkan SDM yang kelihatan ter-upgrade skill-nya, sehingga anggaran yang dikeluarkan betul-betul bisa bermanfaat yang konkret.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Sementara rombongan DPP APTRI yang berjumlah 13 orang dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Pembina DPP APTRI Arum Sabil.
UMi sendiri merupakan program pembiayaan yang ditujukan bagi para pelaku usaha ultramikro ataupun lapisan terbawah yang belum dapat terfasilitasi oleh perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
Turut menyertai Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Tenggara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Adita Irawati, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap agar sertifikat lahan yang telah dimiliki masyarakat tidak dialihfungsikan karena tidak jarang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.
Usai peninjauan, Presiden Jokowi mengaku senang melihat para siswa yang tanggap ketika mengikuti simulasi bencana. Ia mengatakan bahwa yang paling penting, pendidikan kebencanaan ini telah dimulai.