Di ciptakan berdasarkan notasi lagu milik Muhammad Rizal Adnani yang kemudian liriknya ditulis oleh Fiko Nainggolan, lagu Layang Layang berkisah tentang seorang anak yang sangat bahagia ketika bermain layang-layang
Penilaian ADWI 2021 didasarkan atas empat pilar utama, yaitu pengelolaan atau manajemen, sosial budaya, ekonomi, dan pelestarian lingkungan yang terdiri atas tujuh kategori penilaian. Yakni kategori homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability), konten kreatif, serta daya tarik wisata.
Menparekraf Sandiaga juga memaparkan, Kemenparekraf/Baparekraf terus mendorong percepatan program vaksinasi dalam upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Untuk ajang ADWI 2021 memiliki 7 kategori penilaian, yang terdiri dari kategori CHSE, konten kreatif, homestay, toilet, desa digital, suvenir, dan daya tarik wisata. Bagi desa wisata yang ingin mendaftar bisa langsung akses melalui www.jadesta.com/adwi2021 dengan waktu pendaftaran hingga 26 Juni 2021.
Turut mendampingi Menparekraf dalam pertemuan tersebut Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf/Baparekraf Iman Santosa, dan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II (ETTAA) Agustini Rahayu.
Dipilihnya Kendari sebagai tuan rumah penyelenggaraan triathlon karena ibu kota provinsi Sulawesi Utara itu termasuk dalam kategori zona hijau COVID-19.
Pada intinya zona satu dan zona dua di Borobudur akan menjadi domain Kemendikbud Ristek, yang nantinya lahan tersebut akan berbasis pelestarian cagar budaya. Sedangkan zona yang diluar ini sedang diupayakan kerja sama dengan pola KPBU.
Menparekraf sangat berharap protokol kesehatan yang ketat ini dapat dijaga agar destinasi dan sentra ekonomi kreatif tidak menjadi pemicu klaster baru.