Hujan deras sering membuat halaman rumah becek, licin, dan berlumpur. Batu koral atau gravel menjadi salah satu material yang digunakan untuk mengurangi genangan sekaligus memperbaiki tampilan eksterior. KapanLagi.com menghimpun panduan memilih batu koral, mulai dari ukuran, ketebalan, warna, sampai perawatannya.
Fungsi drainase dan lapisan dasar
Menurut panduan yang mengutip Department of Plant Science, Penn State University, lapisan batuan dengan spesifikasi tertentu dapat menjaga permeabilitas tanah dan membantu mencegah genangan. Batu koral sebaiknya tidak ditabur langsung di atas tanah liat atau tanah merah. Jika dilakukan, batu bisa tenggelam ke lumpur saat hujan dan halaman kembali becek dalam beberapa bulan.
Karena itu, pemasangan kain lanskap atau geotextile non-woven di antara tanah dasar dan lapisan batu disebut sebagai langkah wajib oleh situs properti The Spruce. Lapisan ini memisahkan batu dari tanah lunak dan menahan pertumbuhan gulma liar. Alternatif minimal, menurut panduan, adalah paranet.
Sebelum geotextile dan batu dipasang, tanah dasar perlu dibuat miring sekitar 1-2 persen ke arah saluran pembuangan air atau lubang biopori. Kemiringan ini penting karena batu koral berpori, tetapi air tetap bisa menggenang di dasar batuan bila tanah di bawahnya cekung. Untuk hasil yang lebih teknis, dapat ditambahkan drainage cell, lembaran plastik berongga yang membuat air hujan mengalir di bawah permukaan batu.
Ukuran dan tekstur sesuai penggunaan
Untuk area yang sering diinjak atau jalur jalan kaki, batu koral yang terlalu besar atau tajam sebaiknya dihindari. Ukuran yang disarankan sekitar 2-3 cm, yang sering disebut koral jagung atau koral kupang. Ukuran itu cukup kecil untuk memadat saat diinjak, tetapi masih menyisakan pori untuk air meresap.
Tekstur permukaan perlu disesuaikan. Batu koral sikat atau batu kali yang halus dan membulat lebih aman untuk area tanpa alas kaki. Untuk driveway, batu split yang bersudut dapat dipakai agar batu saling mengunci dan tidak mudah berhamburan. Batu koral sikat atau kerikil sungai yang tidak dipoles juga disebut lebih kesat saat basah.
Ketebalan dan daya serap
Ketebalan taburan jangan terlalu tipis, tetapi juga tidak sampai membuat kaki terperosok. Menurut panduan, ketebalan 5-7 cm memadai untuk halaman rumah biasa agar tanah tertutup dan ruang drainase tetap ada, asalkan tanah dasar sudah rata dan memiliki kemiringan yang tepat.
Pada area resapan, prinsip sumur resapan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat menjadi acuan. Lapisan filter, misalnya ijuk atau batu koral, idealnya setebal sekitar 15 cm agar fungsi filtrasi berjalan optimal.
Pilihan warna dan perawatan
Warna batu tidak memengaruhi daya serap air, tetapi berpengaruh pada suasana halaman dan upaya perawatan. Koral putih atau kupang memberi kesan bersih, luas, dan minimalis seperti taman Bali atau Jepang. Kekurangannya, batu ini lebih cepat tampak kotor dan berlumut bila area lembap serta kurang sinar matahari.
Koral hitam Alor atau abu-abu lebih menyamarkan kotoran dan memberi kesan elegan serta natural. Pilihan ini disebut cocok untuk pemilik rumah yang sibuk dan tidak punya banyak waktu menyikat batu taman.
Meski mengurangi becek, debu dan daun tetap bisa menumpuk di sela batu. Halaman dapat disemprot air bertekanan secara berkala untuk membilas debu. Jika muncul tanda lumut licin, larutan cuka atau garam kasar bisa disiramkan atau ditaburkan, lalu disikat ringan. Cara ini disebut aman bagi lingkungan sekitar.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah batu koral bisa dipasang langsung di atas tanah? Tidak disarankan. Sebaiknya gunakan geotextile atau minimal paranet agar batu tidak amblas saat hujan lebat. Jenis apa yang paling tidak licin? Batu koral sikat atau kerikil sungai bertekstur alami yang tidak dipoles umumnya lebih kesat.
Berapa biayanya? Estimasi kasar Rp50.000 hingga Rp100.000 per meter persegi untuk material saja, belum termasuk jasa dan geotextile. Bagaimana membersihkan batu yang menghitam? Batu dapat direndam dalam larutan kaporit atau pemutih pakaian selama beberapa jam, lalu disikat dan dibilas.
Apakah batu koral membuat halaman panas? Batu menyerap panas matahari, tetapi tidak memantulkannya sekuat cor beton. Untuk menguranginya, batu bisa dikombinasikan dengan tanaman hijau di sekitarnya.
