Trenz Indonesia
News & Entertainment

Program Airbnb Sabbatical Cari Lima Volunter untuk Bergabung dengan Misi Penelitian Ilmiah ke Antarktika

43

“Antarctic Sabbatical”—kesempatan sekali seumur hidup untuk menjelajahi tapal batas yang membeku dan membantu kami untuk memahami dampak manusia terhadap lingkungan hidup dengan lebih baik

– Persyaratan formal tidak dibutuhkan, Anda hanya perlu memiliki semangat bertualang, minat terhadap lingkungan hidup, dan kesungguhan untuk mendaftarkan diri

– Program “Airbnb Sabbatical” yang lebih luas dirancang untuk menginspirasi orang agar mereka bisa berlibur sambil berbuat baik

 

SAN FRANCISCO, PRNewswire | Airbnb dan Ocean Conservancy mengumumkan “Antarctic Sabbatical“, kesempatan istimewa bagi lima orang yang penuh semangat untuk menjelajahi benua terpencil di Bumi dan bergabung dengan Ilmuwan Antarktika Kirstie Jones-W, di San Fransisco, Rabu, (25/9).

Lima ilmuwan volunter ini akan mengumpulkan sampel salju dan mempelajari bagaimana mikroplastik merambah wilayah Antarktika. Tujuan “Antarctic Sabbatical” ialah meningkatkan kesadaran tentang dampak manusia terhadap iklim di salah satu ekosistem yang paling sedikit dipahami dan paling terpencil di dunia. Dengan memahami dampak polusi plastik yang muncul di mana-mana, ilmuwan warga (citizen scientist) akan menyajikan wawasan mengenai cara komunitas dunia untuk melindungi Antarktika dan bumi.

“Kebanyakan orang menganggap Antarktika sebagai benua perawan dan terpencil, namun sejumlah temuan baru-baru ini menunjukkan, lokasi-lokasi yang paling terpencil sekalipun terimbas polusi plastik. Ekspedisi ini akan membantu kami dalam memahami jalur-jalur yang ditempuh mikroplastik menuju kawasan terpencil seperti Antarktika dan dilakukan di momen genting demi mengangkat tanggung jawab kita untuk melestarikan alam,” ujar Jones-Williams.

“Ekspedisi tersebut kelak ditempuh dengan kerja keras dan kecermatan ilmiah yang diperlukan di tengah kondisi musim dingin yang tak kenal ampun. Kami mencari orang-orang yang penuh semangat dan menyadari prinsip kewargaan dunia, merasa gembira untuk menjadi bagian dari tim, serta kembali dan membagikan temuan kami kepada dunia.”

 

Selama menjalani ekspedisi sebulan penuh, para ilmuwan warga akan:

# Mengikuti immersion training di Punta Arenas, Chile, tempat mereka mempersiapkan diri dengan kursus-kursus tentang glaciology dan sampel lapangan, serta pekerjaan laboratorium dan praktik penggunaan peralatan.

# Terbang ke Antarktika untuk mengawali misi ilmiahnya, mendarat di landasan yang terbentuk dari es biru alamiah, jauh di pelosok Antarktika sebagai lokasi penelitian.

# Mengumpulkan sampel salju dari pedalaman Antarktika dan mempelajarinya guna mencari microfiber asing yang menentukan bagaimana limbah dan polusi dari kejauhan telah mengelilingi dunia.

# Mengunjungi Kutub Selatan, di sana mereka bisa mengelilingi dunia hanya dalam beberapa langkah.

# Berkesempatan untuk menjelajahi keindahan situs-situs Antarktika seperti  Drake Icefall, Charles Peak Windscoop, dan Elephant’s Head untuk mempelajari geografi benua tersebut.

# Kembali ke Chile untuk meneruskan kajian atas sejumlah temuannya dan bekerja dengan Ocean Conservancy untuk menjadi duta mereka dalam pelestarian laut. Sebagai duta Ocean Conservancy, mereka akan membagikan wawasan tentang bagaimana komunitas Airbnb dan pihak-pihak lain bisa ikut mengurangi jejak plastik secara kolektif demi mendukung misi Ocean Conservancy.

 

Airbnb berkomitmen untuk menyediakan pilihan liburan yang berkelanjutan kepada komunitasnya di setiap tahap dalam perjalanan mereka. Sebagai perwujudan komitmen ini, Airbnb bekerja sama dengan Ocean Conservancy untuk memakai temuan-temuan riset dari “Antarctic Sabbatical” di dalam upaya-upaya edukasi dan advokasi. Airbnb juga menjalankan penilaian dampak lingkungan hidup demi mengukur dan memahami dampak kami terhadap alam, serta mencari cara mengurangi jejak negatif kami secara berkala. Semua hal tersebut menjadi langkah-langkah mendasar yang akan mewujudkan berbagai komitmen mendatang dan visi kami untuk menjadi pemimpin di sektor liburan yang berkelanjutan.

“Bermitra dengan Airbnb dalam ‘Antarctic Sabbatical‘ merupakan kesempatan istimewa untuk terus memberantas limbah plastik di lautan dan meningkatkan kesadaran tentang isu ini,” ujar Janis Searles Jones, CEO Ocean Conservancy. “Lewat ‘International Coastal Cleanup‘ yang digelar setiap tahun, para sukarelawan tak sekadar mengumpulkan sampah dari sejumlah pantai dan jalur air di seluruh dunia, namun juga mencatat setiap benda dalam bank data global kami, dan Ocean Conservancy telah lama bekerja sama dengan ilmuwan warga. Lebih lagi, kami ingin menerapkan berbagai temuan dari ekspedisi ini ke dalam solusi global.”

Komunitas Airbnb mengutamakan liburan yang sehat, termasuk 64 persen tamu yang memilih Airbnb pada 2018 karena mereka mementingkan pilihan liburan yang berkelanjutan dan mencakup ruang-ruang lowong di berbagai rumah.

Sejak Agustus 2018, Airbnb telah memiliki lebih dari 5 juta tamu yang menginap di properti liburan yang ramah lingkungan pada platformnya.

Ada 88 persen pihak host Airbnb di seluruh dunia yang menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti memakai produk-produk pembersih yang aman bagi alam, menyediakan daur-ulang, mengajak para tamu untuk bepergian dengan angkutan umum, serta memasang panel surya.

Para tamu Airbnb juga menjajaki beragam program Experiences yang melestarikan bumi serta mempertemukan mereka dengan sejumlah pakar dan pegiat lingkungan hidup lokal. Airbnb mengalami kenaikan pemesanan untuk program Experiences yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sebesar 196 persen dari tahun sebelumnya.

“Bersama Ocean Conservancy, kami mengangkat permasalahan mikroplastik demi mendorong audiens global supaya mencermati konsekuensi dari cara hidup kita dan mengambil tindakan kolektif,” kata Chris Lehane, Senior Vice President of Global Policy and Communications, Airbnb. “Pada dasarnya, Airbnb tampil lebih ramah lingkungan ketimbang bentuk liburan lainnya, sebab orang-orang memanfaatkan properti yang sebelumnya telah dibangun. Kami harus terus menemukan cara agar platform ini bisa berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif yang dihasilkan manusia terhadap alam. Upaya tersebut perlu semakin digalakkan dan diupayakan di masa mendatang.”

Program “Antarctic Sabbatical” dilakukan setelah “Italian Sabbatical“, sebuah proyek peremajaan wilayah perkotaan oleh Airbnb dan Wonder Grottole yang menawarkan kesempatan bagi lima volunter untuk tinggal selama tiga bulan di kota bersejarah Grottole di Italia bagian selatan guna membangkitkan kembali sebuah komunitas yang hampir punah. Program sabbatical dirancang supaya berbagai orang terinspirasi memanfaatkan liburannya untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat dan tempat-tempat di sekitarnya, serta menjalani pengalaman yang mengubah kehidupannya.

Untuk mendaftarkan diri dalam program “Antarctic Sabbatical“, Anda dapat mengunjungi airbnb.com/sabbatical dan mengisi formulir pendaftaran, syarat dan ketentuan berlaku.

Sebelum mendaftarkan diri, Anda harus mencermati persyaratan seleksi pada situs web. Pendaftar harus berusia lebih dari 18 tahun, dapat mengunjungi Chile dan Antarktika selama sebulan, dari November hingga Desember 2019 untuk melakukan pekerjaan volunter sebagai ilmuwan warga, dan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tahap pemilihan akhir untuk lima ilmuwan data akan diumumkan pada 30 Oktober. Program “Antarctic Sabbatical” terbuka bagi warga-warga di sejumlah negara dan wilayah berikut: Argentina, Austria, Australia, Belgia, Brazil, Kanada, Chile, Tiongkok, Denmark, Dubai, Perancis, Jerman, Irlandia, India, Italia, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Taiwan, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat. (PR Newswire) | Foto: PR Newswire & Google.co.id

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.