Trenz Indonesia
News & Entertainment

Ade Onassis: Pandemi Covid-19 Menuntut Pelaku Bisnis Event Lebih Kreatif

188

Jakarta, Trenz Edutainment I karena wabah pandemi Coronavirus (Covid-19) yang belum usai, tak terhitung berapa lama kita harus #DirumahAja #WorkFromHome. Kini berujung kepada tuntutan harus beradaptasi dengan kondisi baru (New Normal), hingga memiliki rutinitas berbeda dari sebelumnya.

Berbagai sektor kehidupan terdampak pandemi ini, khususnya sektor ekonomi. Sehingga dengan terpaksa masyarakat diharuskan bisa beradaptasi.

Namun, menurut pendiri Event Organizer Aer Kreasindo, Ade Onassis di tangan orang kreatif segala sesuatu memiliki sisi kreatif. Setiap masalah sebaiknya tak membuat stagnan. Sebaliknya menjadi lecut – memotivasi dan memberi inspirasi.

“Pada saat hidup dalam tatanan baru seperti sekarang harusnya kita tetap kreatif. Tetap beraktivitas normal dengan kebiasaan baru, dan berusaha terhindar dari wabah virus Corona,” ujarnya kepada Trenzindonesia.com, di Jakarta, Rabu (9/9) sore.

Di masa pandemi Covid-19 ini, menurut Ade, orang kreatif dituntut lebih punya pandangan dan konsep baru. “Kreativitas muncul tidak hanya dorongan perasaan, tetapi melibatkan kebenaran intuitif. Kreativitas juga dapat lahir dari ketidak puasan batin, seperti munculnya pandemi Covid-19 ini,” ujar pengusaha muda yang sudah menggelar ratusan event, baik skala nasional maupun internasional ini.

Jasa EO, penuturan perempuan kelahiran Jakarta, 18 Agustus 1969, tetap memiliki peluang terbuka lebar karena banyak permintaan dari masyarakat. Orang yang ingin menyelenggarakan acara kecil maupun besar lebih memilih menyerahkan pada ahlinya. Oleh karena itu para pelaku usaha, khususnya di bidang Event Organizer (EO), lanjut Ade, diharapkan terus produktif melalui berbagai langkah kreatif.

Pendiri Event Organizer Aer Kreasindo, Ade Onassis, saat launching ekspor perdana Bir Bintang yang diproduksi PT. Multi Bintang Indonesia ke Amerika Serikat.

“Jangan sekedar menjual jasa penyelenggaraan acara saja. Melainkan menjual ide.
Ide atau gagasan adalah jiwanya. Ide yang kreatif dengan berbagai inovasinya, selanjutnya dilaksanakan secara komprehensif  itulah yang diinginkan masyarakat pengguna EO,” papar Sarjana Teknik dan Komunikasi, alumni Akademi Tehnik Design Interior (ATDI), dan Interstudi Public Relations Training School, Jakarta ini.

Aer Kreasindo Kreatif dan Intuitif
Sebagai bisnis jasa event, Aer Kreasindo kiprahnya belum terlalu lama. Didirikan di Jakarta, 16 Juni 2015. Namun dalam rentang waktu tersebut, kiprah dan reputasinya cukup membanggakan. Aer Kreasindo sangat kreatif dan intuitif. Lebih dari 20 event dalam skala besar maupun kecil telah ditangani Aer Kreasindo dengan melibatkan tenaga profesional mencapai 100 orang setiap event.

Pendiri Event Organizer Aer Kreasindo, Ade Onassis, pada saat Bawaslu, Deklarasi ‘Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara’ di jakarta.

Aer Kreasindo menangani berbagai event kementerian, antara lain, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Ketenaga-kerjaan Republik Indonesia, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Aer Kreasindo juga bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu), DPR RI, Kampus ITB, lembaga perbankan, Bank Mandiri, perusahaan minuman, Multi Bintang Indonesia, dan lembaga usaha lainnya, dalam rangka penanganan event.

Aer Kreasindo yang menangani Gelaran ‘360 Park Jihoon Fancon Asia Tour’.

Menyoal era pandemi Covid-19, jangan tanya, kata Ade, siapa yang tak terdampak. “Dampaknya luar biasa. Agenda event kami pun berantakan. Bahkan yang sudah menghitung hari pun diundur beberapa kali kemudian batal. Tapi kita tetap optimis industri pariwisata akan kembali membaik. Demikian juga industri event dan semua sektor akan bangkit lagi,” ujar kreator yang menempatkan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, sebagai tokoh idolanya.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, kata Ade, Aer Kreasindo tetap ada projek yang dijalankan. Diawal pandemi, 15 Februari 2020 lalu, antara lain pihaknya mengerjakan hospitality untuk “Konser Artis Korea Park Jihoon,” di ICE BSD Tangerang.

“Semula kita agak bingung karena persyaratan dari Artist Management mereka mewajibkan semua penonton menggunakan masker. Bahkan pada saat Park Jihoon bersalaman dengan fans harus menggunakan sarung tangan. Kesannya jadi ‘konser yang aneh.’ Namun setelah Covid-19 menggila baru kita menyadarinya,” ujar pengagum aktor dan produser film, Richard Gere ini.

Agar tetap survival, papar Ade, Aer Kreasindo juga berkolaborasi dengan event organizer lainnya. Antara lain membuat virtual event atau konten-konten virtual, manpower, perencanaan produksi, dan lain-lain.

“Mengisi waktu dengan beberapa pelatihan online dan uji kompetensi, yang justru di saat normal sulit meluangkan waktu untuk hal-hal seperti ini,” ujar organizer yang aktif di kepengurusan DPP IVENDO (Indonesia Event Industry Council), dan Pengurus DPD DKI Jakarta AELI (Asosiasi Experiental Learning Indonesia) ini.

Salah satu kiat sukses yang perlu diterapkan, kata Ade, event organizer harus peka terhadap keadaan sosial sekitar. Artinya saat menggelar acara, EO jangan hanya fokus pada profit semata. Acara juga dapat didesain sekalian penggalangan dana bantuan sosial.

“Selain mencari keuntungan juga bisa memberi dampak positif bagi sesama. Turut membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan bisa disalurkan ke komunitas yang membutuhkan, atau korban bencana alam. Secara tidak langsung hal ini membuat orang makin percaya kepada bisnis event organizer kita,” ujar salah satu pengurus Arts Prima Foundation yang minggu lalu menggelar ’Carnival of The Animals Virtual Benefit Concert’ ini. [Foto-foto: Dok. Aer Kreasindo].

Leave A Reply

Your email address will not be published.