Fenomena gerhana sudah lama menjadi latar menarik dalam sinema. KapanLagi.com merangkum enam film yang memakai gerhana Matahari atau Bulan untuk membangun cerita, mulai dari petualangan klasik, fiksi ilmiah, fantasi, komedi musikal, hingga drama misteri.
Daya tarik gerhana di layar lebar
Film tentang fenomena gerhana adalah karya sinema yang memuat adegan atau cerita berkaitan dengan gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Peristiwa langit itu dapat berfungsi sebagai latar, bagian penting dari konflik, atau simbol perubahan dalam hidup tokoh.
Gerhana sering dipilih karena perubahan cahaya langitnya dramatis. Kondisi itu dapat dipakai untuk menghadirkan nuansa tegang, misterius, romantis, atau penuh keajaiban. Ada dua jenis utama yang sering muncul: gerhana Matahari, yang berlangsung ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, serta gerhana Bulan, yang terjadi saat Bumi melintas di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi mengenai Bulan.
Petualangan klasik dan planet tiga matahari
King Solomon’s Mines (1950) garapan Compton Bennett dan Andrew Marton merupakan film petualangan klasik yang diadaptasi dari novel H. Rider Haggard. Film ini menampilkan Stewart Granger sebagai Allan Quatermain, Deborah Kerr sebagai Elizabeth Curtis, Richard Carlson sebagai John Goode, dan Hugo Haas sebagai Van Brun. Elizabeth meminta Quatermain, pemburu serta pemandu berpengalaman, memimpin ekspedisi ke pedalaman Afrika untuk mencari suaminya yang hilang. Suami itu diyakini sedang menelusuri tambang berlian legendaris Raja Salomo. Perjalanan mereka diwarnai tantangan alam ekstrem dan ancaman di wilayah yang dilalui.
Berbeda dari novel, versi 1950 tidak memperlihatkan Quatermain memakai gerhana untuk menyelamatkan rombongan. Dalam buku Haggard, trik gerhana dipakai untuk meyakinkan masyarakat setempat bahwa seseorang memiliki kekuatan luar biasa. Peristiwa yang digunakan dalam novel adalah gerhana Bulan. Adegan itu tidak dimasukkan ke adaptasi film, sehingga penyelamatan rombongan di layar lebar tidak dilakukan lewat trik gerhana.
Film bergenre fiksi ilmiah, horor, dan aksi garapan David Twohy menampilkan Vin Diesel sebagai Richard B. Riddick, Radha Mitchell sebagai Carolyn Fry, Cole Hauser sebagai William Johns, Keith David sebagai Abu “Imam” al-Walid, Claudia Black sebagai Shazza, dan Lewis Fitz-Gerald sebagai Paris. Sebuah pesawat angkut antariksa jatuh di planet gurun yang terang karena tiga Matahari. Para penyintas, termasuk Riddick yang merupakan narapidana berbahaya, mencari perlindungan dan menemukan pemukiman misterius tanpa penghuni.
Mereka kemudian menyadari planet itu dihuni makhluk pemangsa yang hidup di bawah tanah dan keluar ketika gelap. Ancaman bertambah karena gerhana diperkirakan menutup cahaya planet itu selama beberapa hari. Para penyintas harus bekerja sama mencapai wahana penyelamat sebelum kegelapan memberi kesempatan bagi makhluk tersebut menyerang. Gerhana menjadi pemicu utama ketegangan, tetapi gambaran tersebut merupakan premis fiksi ilmiah, bukan penjelasan gerhana di planet sungguhan.
Pertanda, kutukan, dan perjalanan waktu
Apocalypto garapan Mel Gibson bergenre aksi, petualangan, dan sejarah. Film ini dibintangi Rudy Youngblood sebagai Jaguar Paw, Dalia Hernández sebagai Seven, Raoul Trujillo sebagai Zero Wolf, Gerardo Taracena sebagai Middle Eye, dan Morris Birdyellowhead sebagai Flint Sky. Berlatar di Mesoamerika menjelang kemunduran peradaban Maya, film mengikuti Jaguar Paw, pemuda dari desa pemburu di tengah hutan. Kehidupannya berubah saat penyerang bersenjata menghancurkan desa dan menawan penduduk. Sebagian tawanan dibawa ke kota besar untuk dijadikan korban persembahan.
Ketika Jaguar Paw berada di altar pengorbanan, gerhana Matahari terjadi dan membuat kota menjadi gelap. Kerumunan bereaksi, sementara pemimpin upacara menafsirkan peristiwa itu sebagai tanda bahwa para dewa sudah merasa puas. Jaguar Paw terhindar dari pengorbanan, tetapi masih harus melarikan diri dari pengejar demi menyelamatkan keluarganya. Penggambaran gerhana dan ritual dalam film ini disebut sebagai dramatisasi sinematik, tidak sepenuhnya akurat sebagai representasi sejarah. Masyarakat Maya memiliki pengetahuan astronomi serta kemampuan memprediksi sejumlah fenomena langit. Film ini juga mendapat kritik dari sejumlah sejarawan karena mencampur unsur budaya dan kekerasan dari sejumlah periode Mesoamerika, termasuk elemen yang lazim dikaitkan dengan Aztek. Dialog film seluruhnya berbahasa Maya Yucatec.
Ladyhawke arahan Richard Donner bergenre fantasi, romansa, dan petualangan. Film ini menampilkan Rutger Hauer sebagai Etienne Navarre, Michelle Pfeiffer sebagai Isabeau d’Anjou, Matthew Broderick sebagai Philippe Gaston atau si Tikus, Leo McKern sebagai Imperius, dan John Wood sebagai Uskup Aquila. Berlatar di Eropa abad pertengahan, film bercerita tentang kisah cinta Navarre dan Isabeau yang menjadi korban kutukan uskup. Sang uskup terobsesi kepada Isabeau dan memakai sihir untuk memisahkan mereka.
Pada siang hari, Isabeau berwujud elang; pada malam hari, Navarre menjadi serigala. Keduanya tidak bisa berkumpul sebagai manusia pada saat yang sama. Harapan muncul ketika Philippe Gaston, pencuri muda, terlibat dalam perjalanan mereka dan membantu mencari cara mematahkan kutukan serta menghadapi uskup. Gerhana Matahari menjadi kunci rencana pematahan kutukan karena membuat Navarre dan Isabeau bisa kembali berwujud manusia bersamaan. Unsur gerhana di film ini termasuk bagian dari dunia fantasi, bukan penjelasan astronomi yang membuat manusia berubah wujud.
Film garapan Tay Garnett bergenre komedi musikal dan fantasi ini dibintangi Bing Crosby sebagai Hank Martin, Rhonda Fleming sebagai Alisande La Carteloise, William Bendix sebagai Sir Sagramore, dan Sir Cedric Hardwicke sebagai Raja Arthur. Karya tersebut diadaptasi dari novel Mark Twain. Hank Martin, pria Amerika dari masa kini, tiba-tiba berada di zaman Raja Arthur usai kepalanya terbentur. Masyarakat setempat menganggapnya penyihir, dan nyawanya terancam karena kemampuan serta pengetahuan yang dianggap aneh.
Untuk menyelamatkan diri, Hank mengandalkan pengetahuan soal gerhana Matahari yang segera terjadi. Ia membujuk penghuni istana bahwa dirinya bisa melenyapkan Matahari. Saat gerhana tiba, klaim itu menyelamatkannya dari hukuman dan mendatangkan rasa hormat di kerajaan. Setelah itu, Hank mulai mengenalkan ide serta pengetahuan modern ke masyarakat abad pertengahan. Ia juga menghadapi berbagai persoalan istana, termasuk persaingan dengan Merlin. Dalam film ini, gerhana dipakai Hank untuk membuktikan pengetahuan ilmiahnya. Sir Cedric Hardwicke memerankan Raja Arthur; Raja Arthur adalah nama dan gelar karakter dalam cerita, sedangkan Hardwicke adalah aktor yang memerankannya.
Misteri keluarga di balik gerhana
Dolores Claiborne garapan Taylor Hackford bergenre drama misteri dan thriller psikologis. Film ini menampilkan Kathy Bates sebagai Dolores Claiborne, Jennifer Jason Leigh sebagai Selena St. George, Christopher Plummer sebagai Detektif John Mackey, Judy Parfitt sebagai Vera Donovan, dan David Strathairn sebagai Joe St. George. Dolores menjadi pembantu rumah tangga di kawasan pulau, Maine. Kehidupannya berubah ketika ia dituding membunuh Vera Donovan, majikan lansia yang tengah sakit.
Kasus tersebut membuat Selena St. George, anak Dolores yang lama pergi, pulang menghadapi penyelidikan dan sejarah keluarganya. Lewat kilas balik, film memperlihatkan relasi rumit Dolores, Selena, dan Vera. Cerita juga mengungkap kematian suami Dolores pada 1963, tragedi traumatis terkait gerhana Matahari total.
Gerhana menjadi latar penting dalam salah satu bagian cerita dan menjembatani rahasia lama, kekerasan rumah tangga, serta tuduhan pembunuhan atas Vera. Dalam film ini, gerhana bukan hanya fenomena langit, tetapi alat cerita untuk menebalkan misteri dan membuka kebenaran konflik keluarga. Film ini diadaptasi dari novel Stephen King.
