Sherina Munaf membintangi film drama keluarga berjudul Filosofi Teras yang mengangkat perjuangan generasi sandwich menghadapi berbagai tekanan hidup. MD Pictures merilis poster terbaru film tersebut di MD Place Tower, Jakarta, Selasa (27/10), dan mengumumkan bahwa Filosofi Teras akan tayang di bioskop mulai 24 Desember 2026.
Dalam sesi tanya jawab setelah pemaparan poster, Sherina mendapat pertanyaan soal ketakutan tokoh Nea terhadap layoff yang tampak dalam trailer, di tengah banyaknya pekerja yang kehilangan pekerjaan. Ia pun menyampaikan simpati kepada hadirin yang merasakan keresahan serupa.
Empati untuk yang Sudah Kehilangan Pekerjaan
Sherina menyatakan tidak berada dalam posisi tersebut, tetapi ingin menunjukkan empatinya. “I’m so sorry kalau ada teman-teman di sini yang juga memiliki keresahan itu dan bahkan sudah mengalami layoff,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak selalu tahu harus berkata apa soal persoalan itu, namun tetap merasakan apa yang dialami orang lain. “Saya juga enggak tahu harus bicara apa karena saya tidak di posisi itu, tetapi saya merasakan dan saya ingin extend my apa ya, rasa simpati saya,” lanjutnya.
Tanpa membocorkan alur cerita, Sherina membenarkan bahwa ancaman kehilangan pekerjaan menjadi salah satu situasi yang dihadapi Nea. Menurutnya, penonton akan melihat perjalanan tokoh itu melewati beragam tantangan dan guncangan dalam hidupnya.
Soal kondisi di dunia nyata, Sherina menilai situasinya memprihatinkan karena banyak orang brilian dengan ijazah bagus ikut terdampak pemutusan hubungan kerja. Ia berharap keadaan bisa membaik apabila diskusi mengenai persoalan ini terus dibuka. “Dan hopefully dengan kita terus bersuara, kita terus merespons dan kita terus membuka diskusi ini, hopefully bisa ada sesuatu yang mengubah semuanya jadi lebih baik,” ungkapnya.
Nilai Stoik dalam Kisah Generasi Sandwich
Lewat film ini, nilai-nilai stoik dikemas dalam kisah pahit-manis generasi sandwich dan masyarakat urban. Sutradara Affandi Abdul Rachman berharap penonton bisa menemukan sedikit ketenangan melalui cerita para tokohnya.
“Di balik setiap pintu, ada cerita. Di balik setiap manusia, ada pergulatan. Dan di tengah semuanya, kita hanya ingin menemukan sedikit ketenangan,” kata Affandi Abdul Rachman.
Penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring, menilai film ini bisa dinikmati siapa saja, termasuk mereka yang belum membaca bukunya. “Setelah menontonnya, menurut saya film ini bisa dinikmati oleh mereka ya bahkan tidak baca buku Filosofi Teras,” ungkap Henry Manampiring.
Filosofi Teras dijadwalkan mulai tayang di bioskop pada 24 Desember 2026, setelah poster terbarunya diperkenalkan kepada publik dalam acara di MD Place Tower, Jakarta.
