Merawat aglonema tidak harus menguras anggaran. Bahan-bahan sederhana yang sudah ada di dapur dan halaman rumah, mulai dari air cucian beras, sabut kelapa, hingga kerikil bekas, disebut cukup untuk menopang perawatannya. Kuncinya ada pada penyiraman secukupnya, cahaya tidak langsung, dan kelembapan yang stabil, sehingga Sri Rejeki tetap cantik tanpa membuat kantong bolong.
Banyak pencinta tanaman hias menganggap pupuk mahal sebagai keharusan. Padahal, menurut panduan yang dihimpun dari Homes & Gardens, sisa dapur bisa dimanfaatkan, dan pola penyiramannya pun tergolong sederhana.
Cahaya dan pola siram yang tepat
Desainer lanskap Jonathan Ames menyarankan penempatan tanaman di dekat jendela yang menghadap timur atau utara. Sinar matahari langsung yang terik dapat membakar daun, sehingga sebaiknya disaring dengan tirai tipis.
Aglonema juga cukup sensitif terhadap klorin. Jika ujung daun mulai kecokelatan, gunakan air keran yang dibiarkan terbuka selama 24 jam sebelum disiramkan. Tanah diperiksa dengan jari: penyiraman dilakukan hanya ketika lapisan atas sedalam 1,5-2 inci sudah benar-benar kering dan remah, bukan mengikuti jadwal tetap. Saat musim hujan, frekuensinya bisa dikurangi.
Air bekas cucian beras dapat dipakai sesekali sebagai nutrisi tambahan gratis, tetapi tetap diselingi air bersih agar media tidak terlalu lembap. Cara lain adalah menyiram dari bawah dengan merendam pot sebentar di baskom berisi air agar media menyerap air secara merata.
Julie Bawden Davis, pakar tanaman indoor di Healthy Houseplants, mengatakan, “Penyiraman dari bawah cenderung menjaga tanah tetap lembap lebih lama, artinya frekuensi penyiraman jadi lebih jarang.”
Membaca sinyal pada daun
Perubahan warna dan bentuk daun menjadi tanda paling mudah dibaca untuk mengetahui kebutuhan tanaman. Para ahli menyebut penyiraman berlebih sebagai penyebab masalah yang paling sering muncul, karena itu tanah perlu diperiksa sebelum menyiram.
- Daun menguning: umumnya akibat terlalu banyak air atau pot tanpa lubang drainase.
- Warna memudar: tanaman membutuhkan cahaya lebih terang, disesuaikan dengan warna daun, terutama varietas merah dan pink.
- Ujung daun cokelat: udara terlalu kering atau air keran masih mengandung bahan kimia.
- Bercak gelap: suhu di bawah 15 derajat Celsius tidak sehat dan dapat memicu bercak pada daun.
- Pertumbuhan jarang: pindahkan tanaman ke dekat jendela bertirai tipis agar cahayanya lebih cukup.
Media tanam dan kelembapan buatan sendiri
Langkah awal perawatan hemat adalah meracik media tanam sendiri, yang hasilnya lebih murah dibanding membeli media siap pakai dan tetap gembur. Campurkan sabut kelapa, sekam bakar, humus kasar, dan pupuk kandang yang mudah ditemukan di toko tani dengan harga terjangkau.
Botol atau wadah bekas bisa dimanfaatkan sebagai pot dengan melubangi bagian bawahnya supaya air berlebih dapat keluar. Permukaan media perlu digemburkan secara berkala, misalnya dengan sendok bekas, agar sirkulasi udara tetap lancar. Mengacu pada Gardener’s Supply Company, daun kuning dapat menandakan penyiraman berlebih, drainase buruk, atau kekurangan nutrisi.
Untuk menjaga kelembapan, pebble tray bisa dibuat sendiri. Sebagaimana disampaikan NYBG Mertz Library, pebble tray hanyalah nampan besar berisi kerikil kecil dengan air setidaknya setengah tinggi kerikil untuk menciptakan iklim mikro yang lembap. Menata beberapa pot berdekatan juga membantu udara di sekitarnya lebih lembap sekaligus membuat sudut rumah lebih estetik.
Serangan hama ringan bisa ditangani dengan bahan rumah tangga. Sebagaimana dilaporkan Weekand, kutu putih pada serangan ringan diusap dengan kapas yang dicelupkan ke alkohol gosok. Untuk kutu daun, beberapa tetes sabun cuci piring dicampur air lalu disemprotkan ke area yang terserang.
Aglonema tetap bisa dirawat di dalam ruangan asalkan memperoleh cahaya terang tidak langsung, misalnya di dekat jendela bertirai tipis.
