Bagi pekerja yang lelah menjalani rutinitas dari pagi sampai sore, film komedi tentang kehidupan kantor dapat menjadi hiburan untuk menertawakan kerasnya dunia kerja. Enam judul berikut menghadirkan bos menjengkelkan, rekan kerja yang gemar bergosip, hingga mesin fotokopi yang rusak saat dibutuhkan, sehingga terasa dekat dengan keseharian pekerja kantoran.
Horrible Bosses: rencana konyol melawan bos
Dirilis pada Juli 2011, Horrible Bosses adalah komedi gelap yang dibintangi Jason Bateman, Charlie Day, dan Jason Sudeikis. Ketiganya berperan sebagai sahabat yang sama-sama memiliki bos gila dan bertindak semena-mena di tempat kerja masing-masing. Karena tidak bisa resign begitu saja akibat kondisi ekonomi, mereka mabuk pada suatu malam dan menyusun rencana amatiran untuk saling menghabisi bos demi mendapatkan ketenangan hidup.
Film garapan sutradara Seth Gordon dan produksi New Line Cinema ini mengeksekusi premis pembunuhan dengan cara jenaka, jauh dari kesan menyeramkan. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih sertifikasi Fresh sebesar 69 persen dan dipuji karena humor situasionalnya yang sering melenceng dari rencana para tokoh. Tempo ceritanya yang cepat membuat penonton ikut panik sekaligus tertawa melihat kebodohan trio karyawan yang mendadak ingin menjadi kriminal.
Daya tarik lain film ini adalah penampilan sejumlah aktor Hollywood yang keluar dari zona nyaman. Jennifer Aniston tampil sangat vulgar, sementara Colin Farrell mengubah penampilannya menjadi pria botak berperut buncit yang menyebalkan. Meski demikian, film ini menyandang rating dewasa atau R-rated karena mengandung bahasa kasar, obrolan seksual eksplisit, dan humor gelap, sehingga tidak disarankan untuk ditonton anak-anak.
The Intern: magang senior di startup fesyen
Rilis pada September 2015, The Intern menampilkan duet Robert De Niro dan Anne Hathaway. De Niro memerankan Ben Whittaker, seorang duda berusia 70 tahun yang bosan dengan masa pensiunnya dan melamar program magang senior di sebuah startup e-commerce fesyen yang sedang berkembang pesat. Ben kemudian ditugaskan menjadi asisten pribadi Jules Ostin, CEO muda yang sangat sibuk. Perlahan, pengalaman hidup Ben menjadi sumber kebijaksanaan bagi para karyawan milenial di kantor tersebut.
Film produksi Warner Bros. Pictures yang disutradarai Nancy Meyers ini memanjakan mata dengan desain interior kantor startup yang modern. Skor audiens di Rotten Tomatoes mencapai 73 persen dan rating 3,6 di Letterboxd. Konflik yang dihadapi cukup serius, tetapi sutradara memilih membungkusnya dengan suasana positif tanpa tokoh antagonis yang jahat. Karena ceritanya hangat dan tidak memuat komedi vulgar, film ini disebut sebagai pilihan aman untuk ditonton bersama keluarga beda generasi.
Film ini juga memberi sudut pandang yang menenangkan tentang kesenjangan generasi di dunia kerja modern. Anne Hathaway mengungkapkan bahwa ia belajar banyak tentang ketenangan batin dari Robert De Niro selama syuting. Pesan yang dihadirkan adalah bahwa sehebat apa pun anak muda menguasai teknologi, kebijaksanaan orang tua tetap tidak bisa digantikan oleh mesin pencari.
Komedi satir Jon Hamm dan ruang rahasia
Dirilis pada Agustus 2023, film komedi satir ini dibintangi Jon Hamm dan Danny Pudi. Kisahnya berpusat pada Orson, seorang pegawai baru berkepribadian kaku yang kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja di kantor barunya. Di tengah frustrasi, Orson menemukan ruangan rahasia yang mewah di gedung tersebut. Anehnya, ruangan itu membuat produktivitas kerjanya meningkat tajam, meskipun rekan-rekan kerjanya meyakini bahwa ruangan tersebut tidak pernah ada.
Film arahan sutradara Joachim Back dan produksi Amasia Entertainment ini menawarkan gaya penceritaan yang unik dan eksentrik. Di Rotten Tomatoes, film ini membelah opini kritikus dengan skor sekitar 25 persen, tetapi ulasan audiens di Letterboxd memuji komedi absurdnya yang pas untuk menyindir rutinitas pegawai kantoran yang terasa seperti robot. Produksinya memakai desain set bergaya retro-brutalis untuk menekankan kesan suram dari bilik kerja korporat.
Film ini cocok bagi penikmat humor gelap yang mengkritik budaya kerja terlalu menuntut keseragaman. Jon Hamm tampil berbeda dengan kumis tebal dan gaya rambut jadul yang membuatnya terlihat seperti bapak-bapak kantoran. Tontonan ini mengajak penonton mempertanyakan batas antara kewarasan dan tuntutan target pekerjaan.
Office Space: sindiran klasik tentang birokrasi
Rilis pada Februari 1999, Office Space dibintangi Ron Livingston, Jennifer Aniston, dan Gary Cole. Sinopsisnya berfokus pada Peter Gibbons, seorang programmer komputer yang membenci pekerjaannya dan atasannya yang menyebalkan, Bill Lumbergh. Kehidupannya berubah ketika sesi hipnoterapi terputus karena sang terapis mendadak terkena serangan jantung, membuat Peter bersikap cuek dan santai secara permanen. Sikap membangkangnya justru membuatnya dipromosikan, yang kemudian memicu niat mencuri uang perusahaan bersama rekan-rekannya menggunakan malware.
Disutradarai Mike Judge dan diproduksi 20th Century Fox, film ini awalnya gagal di box office, tetapi kemudian meledak di pasar DVD. Dengan rating 80 persen di Rotten Tomatoes, Office Space disebut sebagai kitab suci para pegawai kantoran. Film ini dinilai akurat menyindir rutinitas tak berguna, birokrasi kaku, laporan pekerjaan sia-sia, dan manajemen mikro yang membunuh kreativitas karyawan.
Adegan Peter dan dua temannya menghancurkan mesin printer yang sering error dengan tongkat bisbol di lapangan kosong menjadi salah satu momen paling ikonis dalam sejarah komedi. Film lawas ini menunjukkan bahwa keluh kesah pekerja kantoran pada era 1990-an masih relevan dengan kondisi saat ini.
The Hating Game: dari rival menjadi cinta
Rilis pada Desember 2021, The Hating Game memadukan komedi romantis dengan latar perkantoran melalui chemistry Lucy Hale dan Austin Stowell. Lucy Hutton digambarkan sebagai pribadi ceria, sedangkan Joshua Templeman dingin dan kalkulatif. Keduanya adalah asisten eksekutif di perusahaan penerbitan buku yang meja kerjanya saling berhadapan. Mereka sering menjahili satu sama lain, tetapi persaingan memperebutkan promosi jabatan direktur eksekutif justru memunculkan benih cinta.
Film arahan Peter Hutchings dan produksi BCDF Pictures ini meraih skor 71 persen di Rotten Tomatoes. Gaya penyutradaraannya menangkap nuansa kompetitif sekaligus ketegangan romantis khas rekan kerja yang terlibat cinta lokasi. Ceritanya diadaptasi dari novel best-seller karya Sally Thorne yang sempat viral di komunitas BookTok.
Bagi penikmat tema enemies to lovers, film ini menawarkan dinamika dua karyawan yang awalnya saling melempar tatapan sinis, lalu berubah menjadi saling protektif. Kombinasi persaingan kerja dan romansa membuat ceritanya mudah dinikmati.
Late Night: kritik sosial di balik layar televisi
Tayang perdana di bioskop pada Juni 2019, Late Night dibintangi Emma Thompson dan Mindy Kaling. Emma berperan sebagai Katherine Newbury, host acara bincang-bincang larut malam legendaris yang rating acaranya anjlok. Karena terancam dipecat stasiun televisi, Katherine yang otoriter mendobrak tradisi dengan merekrut Molly, penulis naskah wanita keturunan India tanpa pengalaman televisi, untuk menyelamatkan kariernya di ruangan penulis yang didominasi pria kulit putih.
Film produksi Amazon Studios dan arahan Nisha Ganatra ini menyajikan kritik sosial yang dibalut humor tajam. Skor 79 persen di Rotten Tomatoes mencerminkan kualitas naskahnya. Film ini menyoroti secara jujur namun jenaka dinamika politik kantor di balik layar industri hiburan, serta sulitnya membawa ide segar ke dalam sistem perusahaan yang sudah kuno.
Humornya dinilai cerdas dan menyentil realitas keberagaman di tempat kerja. Mindy Kaling tidak hanya berperan sebagai pemeran utama, tetapi juga menulis skenario berdasarkan pengalaman awalnya sebagai penulis televisi. Dialog satir antara atasan galak dan bawahan yang terlalu optimistis menjadi salah satu daya tarik film ini.
Sebagian besar film dalam daftar ini dapat ditonton secara legal melalui layanan streaming populer seperti Netflix, Amazon Prime Video, atau HBO GO, sesuai dengan ketersediaan di masing-masing wilayah.
