Aktris Zee Asadel memerankan Runi, adik bungsu tokoh Nea, dalam film Filosofi Teras produksi MD Pictures. Poster film itu dirilis di MD Place Tower, Jakarta, Selasa (27/10), dan filmnya dijadwalkan tayang mulai 24 Desember 2026.
Makna ‘amor fati’ di poster
Pada poster tersebut, Nea tampak menggenggam cangkir bertuliskan “amor fati”, yang diartikan sebagai mencintai takdir. Zee pun diminta menjelaskan bagaimana ia memaknai nilai itu dalam kehidupannya sendiri, seperti dilaporkan KapanLagi.com.
Penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring, sebelumnya meminta tim penulis menghadirkan adegan teras yang memuat filosofi serta ajaran, agar penonton yang belum membaca bukunya tetap mudah mengikuti alur cerita. Menurut Henry, permintaan itu berhasil diterapkan dalam film. “Dan saya pikir sih sutradara Affandi sudah berhasil meng-capture itu ya,” ujar Henry Manampiring.
Bukan ajakan bersikap cuek
Sutradara Affandi Abdul Rachman menegaskan film ini tidak mengajarkan sikap cuek atau bodo amat terhadap persoalan hidup. Menurutnya, penonton justru diajak lebih menghargai emosi yang ada dalam diri. “Bukannya kita cuek aja beneran, tapi kita justru lebih menghargai rasa emosi yang ada di dalam diri kita,” jelas Affandi Abdul Rachman.
Dalam cerita, Nea yang diperankan Sherina Munaf adalah anak tengah yang menanggung ekonomi keluarga sejak ayahnya meninggal. Mimpinya runtuh ketika sepupunya menagih rumah keluarga yang dijadikan jaminan oleh sang ayah. Terimpit utang warisan ratusan juta, dipandang sinis oleh kakaknya, Abi (Rangga Nattra), dan harus membiayai kuliah adiknya, Runi, Nea berada di ambang batas kewarasannya.
Tekanan Zee setelah tahu asal ceritanya
Zee awalnya menerima tawaran peran itu melalui skenario. Rasa tertekan justru muncul setelah ia mengetahui film ini diadaptasi dari buku karya Henry Manampiring yang sangat laris. “Wah, aku pressured justru setelah tahu kalau ini buku. Karena awalnya justru aku enggak tahu kalau ini berasal dari buku yang udah mega-bestseller sekali,” kenang Zee.
Zee menyebut dirinya belajar menerima ketika rencana hidup tidak berjalan sesuai keinginan. Menurutnya, kemampuan manusia menyusun rencana punya batas. “Kalau di kehidupan aku sendiri, aku merasa rencana Tuhan itu selalu yang terbaik,” ungkap Zee Asadel.
Ia menambahkan, pemahaman itu sudah dipegangnya bahkan sebelum terlibat dalam proyek ini. Pengalaman melalui masa-masa sulit membuatnya lebih mengenal diri sendiri. “Karena kadang sebagai manusia pada umumnya aku juga pernah melewati masa-masa sulit dalam hidup aku. Di situ aku mungkin lebih kayak banyak sekali belajar untuk mencintai diri sendiri dan mengerti diri sendiri lebih dari yang lain,” tuturnya.
