KapanLagi.com merangkum 10 film komedi supernatural yang menawarkan premis tidak biasa. Alih-alih hanya menakutkan, film-film ini memadukan hantu, vampir, zombie, dan iblis dengan humor serta situasi kacau. Daftar ini mencakup What We Do in the Shadows (2014) hingga Shaun of the Dead (2004).
Film komedi supernatural sendiri adalah film yang menggabungkan unsur gaib, seperti hantu, vampir, zombie, atau iblis, dengan humor dan situasi kocak yang menghibur penonton.
Vampir, iblis, dan mayat hidup
What We Do in the Shadows (2014) disajikan dalam format mokumenter atau dokumenter palsu. Film ini mengikuti kehidupan sehari-hari empat vampir kuno yang tinggal bersama di sebuah rumah di Wellington, Selandia Baru, termasuk Viago, Deacon, dan Vladislav. Mereka menghadapi urusan modern seperti membayar sewa, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan berusaha masuk ke klub malam. Premisnya unik karena memanusiakan vampir dan mengeksplorasi kehidupan mereka yang membosankan sekaligus lucu dalam konteks modern. Mereka harus tetap mempertahankan kebiasaan vampir sambil berbaur dengan masyarakat manusia.
Film animasi stop-motion ini mengikuti dua saudara iblis bernama Wendell dan Wild yang ingin membangun taman hiburan di dunia manusia. Untuk mewujudkan ambisi itu, mereka membutuhkan bantuan Kat, seorang remaja yang memiliki kemampuan memanggil orang mati. Namun, rencana mereka tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Dengan menghadirkan iblis, dunia arwah, dan petualangan supernatural, film ini menawarkan konsep yang nyentrik. Ceritanya juga memadukan humor gelap dengan tema keluarga, kehilangan, dan keberanian menghadapi masa lalu.
Renfield (2023) mengikuti asisten Dracula yang telah lama menjadi pelayan dan bertugas memenuhi kebutuhan tuannya, termasuk mencari korban. Setelah bertahun-tahun berada dalam hubungan yang melelahkan, ia mulai ingin menjalani hidup sendiri. Renfield pun berusaha membangun kehidupan baru sambil menghadapi konsekuensi dari hubungannya dengan sang vampir. Film ini menggabungkan aksi, komedi gelap, dan horor supernatural dengan sudut pandang yang jarang digunakan, yaitu kehidupan asisten Dracula. Premisnya menarik karena hubungan vampir dan pelayannya digambarkan seperti relasi toksik yang sulit diakhiri.
Rumah berhantu dan keluarga yang kacau
Little Evil (2017) ditulis dan disutradarai oleh Eli Craig. Ceritanya berkisah tentang Gary (Adam Scott) yang baru saja menikah dengan wanita impiannya, Samantha (Evangeline Lilly). Namun, Gary menemukan bahwa anak tiri Samantha, Lucas, mungkin adalah Antikristus. Gary harus menghadapi tantangan menjadi ayah tiri sambil berurusan dengan tanda-tanda supernatural yang menunjukkan bahwa Lucas adalah perwujudan kejahatan. Keunikan premisnya adalah menggabungkan horor supernatural dengan komedi situasi keluarga, di mana masalah anak bermasalah menjadi literal.
Film ini mengikuti seorang ibu dan anaknya yang pindah ke sebuah rumah besar, tetapi kemudian menyadari bahwa tempat tersebut dihuni berbagai makhluk gaib. Mereka meminta bantuan sejumlah ahli dengan kemampuan berbeda untuk mengungkap misteri rumah itu dan mengusir para penghuninya. Namun, menghadapi banyak hantu ternyata bukan pekerjaan mudah. Menggabungkan petualangan, komedi, dan unsur supernatural, film ini menawarkan kisah rumah berhantu dengan karakter-karakter unik serta situasi kacau yang menghibur.
Film asal Selandia Baru ini mengisahkan Kylie yang harus menjalani tahanan rumah di kediaman keluarganya setelah terlibat dalam tindak kriminal. Namun, hukuman tersebut berubah menjadi pengalaman aneh ketika ia mulai menduga rumah itu dihuni makhluk gaib. Berbagai suara misterius dan kejadian mencurigakan membuat Kylie menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Film ini memadukan misteri rumah berhantu, horor, dan komedi dengan sejumlah kejutan cerita. Keunikannya terletak pada situasi ketika tahanan rumah justru berubah menjadi penyelidikan paranormal.
Romansa, ritual, dan kiamat zombie
Lisa Frankenstein (2024) mengisahkan Lisa, seorang remaja yang kesepian dan memiliki ketertarikan pada seorang pria dari era Victoria. Secara tidak terduga, pria yang telah meninggal tersebut bangkit kembali sebagai mayat hidup. Hubungan mereka kemudian berkembang menjadi kisah romantis yang penuh kejadian aneh dan kekacauan. Menggabungkan komedi gelap, horor, dan romansa remaja, film ini menawarkan sudut pandang berbeda tentang monster Frankenstein, terutama melalui hubungan tidak biasa antara seorang gadis dan mayat hidup.
Film asal Irlandia ini mengikuti Rose, seorang instruktur mengemudi yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan roh. Meski kemampuan tersebut membuat hidupnya tidak biasa, ia sebenarnya ingin menjalani kehidupan sederhana. Situasi berubah ketika Rose terlibat dalam upaya menyelamatkan seorang gadis dari musisi yang berencana melakukan ritual supernatural demi mendapatkan popularitas. Film ini menggabungkan humor absurd, kejadian paranormal, dan ritual pemujaan setan. Premisnya menarik karena kemampuan melihat roh justru menjadi sumber masalah sekaligus jalan untuk membantu orang lain.
The Dead Don’t Die (2019) menceritakan sebuah kota kecil yang mendadak menghadapi kekacauan ketika orang-orang yang telah meninggal bangkit kembali sebagai zombie. Para petugas kepolisian setempat berusaha menangani situasi tersebut, tetapi respons mereka sering kali terasa datar dan absurd. Disutradarai Jim Jarmusch, film ini menghadirkan komedi dengan gaya satir yang berbeda dari film zombie pada umumnya. Alih-alih hanya mengandalkan adegan menegangkan, ceritanya juga menyindir kebiasaan masyarakat modern melalui karakter-karakter yang menghadapi kiamat zombie dengan cara tidak biasa.
Shaun of the Dead (2004) mengisahkan Shaun, pria biasa yang hidupnya sedang berantakan ketika wabah zombie tiba-tiba melanda kotanya. Alih-alih langsung bertindak seperti pahlawan, ia masih sibuk memikirkan pekerjaan, hubungan asmara, dan cara menyelamatkan orang-orang terdekatnya. Situasi berbahaya tersebut justru menghasilkan banyak kejadian kocak. Film ini memadukan komedi khas Inggris dengan horor zombie, menghadirkan kontras antara ancaman kiamat dan kehidupan sehari-hari. Premisnya terasa unik karena tokoh utamanya tidak langsung menyadari betapa seriusnya keadaan.
