Musim hujan membuat media tanam bertahan lebih lama dalam kondisi basah, sementara aliran udara di sekitar pot melemah. Bagi tanaman hias berakar tipis, kondisi ini memperbesar peluang akar membusuk. Perawatan yang tepat perlu menjaga keseimbangan air, udara, dan nutrisi agar tanaman tidak mudah mati.
Jaga drainase dan struktur media
Media tanam menjadi hal pertama yang perlu diperiksa. Akar halus memerlukan air untuk menyerap nutrisi, tetapi juga butuh oksigen di dalam rongga media. Jika rongga itu terus terisi air, akar sulit bernapas dan lebih rentan membusuk.
University of Illinois Extension dalam panduan Container Drainage Options menyebutkan pot perlu dilengkapi lubang agar air berlebih bisa keluar dan udara masuk lagi ke zona akar. Kondisi media yang terus lembap, tulis panduan itu, membuat akar lebih rentan membusuk dan tanaman bisa tampak layu walau air melimpah.
Pilih campuran media yang berpori. Tanah, kompos matang, dan bahan berpori seperti perlit atau sekam bakar dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus melancarkan aliran air berlebih. Komposisinya perlu disesuaikan dengan karakter tanaman karena jenis yang menyukai lembap tidak sama kebutuhannya dengan tanaman yang lebih cocok pada media kering.
Jangan memakai tanah kebun yang liat dan mudah memadat sebagai satu-satunya isi pot. Jenis tanah ini cenderung menahan air lebih lama, terutama ketika hujan turun beberapa hari berturut-turut. Bila media lama mengeras dan aliran airnya buruk, penggantian bisa dipertimbangkan saat kondisi tanaman memungkinkan.
Cek lubang di dasar pot dan bersihkan bila tersumbat akar, lumut, atau tanah agar air hujan tidak menggenang. Menaikkan pot di atas penyangga, bata, atau kaki pot membantu bagian bawahnya tidak menempel rapat ke lantai, terutama di teras berlantai semen.
University of Georgia Cooperative Extension menambahkan bahwa media di dalam wadah perlu berpori karena daya alirnya tidak sama dengan tanah di lahan terbuka. Lapisan kerikil di dasar pot bukan solusi utama untuk genangan; yang lebih penting adalah lubang drainase berfungsi dan campuran media punya struktur tepat.
Ukuran pot juga perlu sesuai dengan perakaran. Pot yang terlalu besar menyimpan media basah lebih banyak daripada yang bisa dimanfaatkan tanaman kecil, sehingga kelembapannya bertahan lebih lama selama musim hujan.
Penyiraman berdasarkan kelembapan, bukan jadwal
Kesalahan yang kerap muncul saat musim hujan adalah tetap menyiram mengikuti jadwal harian. Tanaman yang diletakkan di luar ruangan bisa jadi sudah mendapat air cukup dari hujan. Tambahan air justru membuat media makin jenuh dan meningkatkan risiko kerusakan akar.
Periksa kelembapan media sebelum menyiram. Sentuh bagian permukaan, lalu cek lapisan lebih dalam dengan jari atau tusuk kayu. Bila media masih basah, tunda penyiraman. Jika media mulai mengering sesuai kebutuhan jenis tanaman, beri air secukupnya.
University of Maryland Extension dalam panduan Care of Annuals and Perennials menyarankan media dibasahi merata tanpa dibiarkan tergenang terus-menerus. Tanaman juga perlu melewati pengeringan moderat sebelum penyiraman berikutnya. Frekuensinya tetap disesuaikan dengan jenis tanaman, ukuran pot, dan cuaca.
Lindungi dari hujan lebat, tetap beri cahaya
Tanaman yang mudah terganggu oleh media terlalu basah bisa dipindahkan ke bawah atap teras atau kanopi yang masih membiarkan cahaya dan udara masuk. Lokasi itu sebaiknya tidak terlalu gelap atau lembap, dan tidak terus terkena tampias hujan deras.
Tanaman tidak selalu harus dimasukkan ke dalam ruangan saat hujan. Sebagian jenis tetap memerlukan matahari untuk fotosintesis. Pilih tempat sesuai kebutuhan cahaya, misalnya area terang dengan sinar tidak langsung bagi tanaman yang sensitif terhadap terik.
Kenali busuk akar dan cegah jamur
Daun layu belum tentu menjadi tanda kekurangan air. Akar yang membusuk bisa membuat tanaman kehilangan kemampuan menyerap air sehingga daun tampak lemas. Bila media masih basah tetapi tanaman terus layu, periksa bagian bawah batang dan akar.
Akar sehat biasanya terasa kokoh. Akar yang membusuk bisa berwarna cokelat kehitaman, lunak, dan berbau tidak sedap. Jika tanda itu muncul, kurangi paparan air berlebih dan tinjau drainase. Bila pembusukan sudah terjadi, tanaman mungkin perlu dikeluarkan dari pot untuk memeriksa akar yang rusak.
Udara yang lembap selama musim hujan juga memperbesar risiko penyakit jamur pada daun dan batang. Pot yang berdekatan membuat tanaman lebih lambat kering setelah terkena hujan, sehingga daun yang basah lebih mudah mengalami bercak, perubahan warna, atau kerusakan jaringan.
Beri jarak antarpot supaya udara bisa bergerak di antara tanaman. Jangan menaruh seluruh koleksi di sudut pengap hanya untuk menghindarinya dari hujan. Jika tanaman ditempatkan di teras tertutup, pastikan sirkulasi udaranya tetap cukup.
National Gardening Association dan sejumlah panduan penyuluhan hortikultura menekankan pentingnya kebersihan tanaman dan pengendalian kelembapan berlebih untuk mengurangi gangguan penyakit. Daun yang membusuk, bunga yang gugur, dan sisa tanaman yang menumpuk di permukaan media sebaiknya dibuang.
Pakai gunting pangkas yang bersih saat memotong bagian rusak. Jangan memangkas terlalu banyak daun sehat karena tanaman masih memerlukannya untuk menghasilkan energi. Pada tanaman berakar tipis, pemangkasan banyak sekaligus dengan penggantian media dapat menambah stres, terutama saat kondisi lingkungan belum stabil.
Hati-hati saat membersihkan gulma. Cabut gulma yang masih kecil, tetapi jangan mencungkil tanah terlalu dalam atau menggemburkannya secara agresif karena akar penyerap yang halus bisa berada dekat permukaan dan mudah terluka. Hal serupa berlaku ketika memasang penyangga untuk tanaman yang batangnya mudah rebah akibat terpaan hujan.
Tunda pupuk dan lakukan pemeriksaan rutin
Datangnya musim hujan tidak otomatis membuat tanaman perlu tambahan nutrisi. Hujan berkepanjangan bisa melarutkan sebagian unsur hara, tetapi memberi pupuk saat media masih jenuh air juga tidak ideal. Menurut panduan NHG, Thriving Through the Storm: Plant Care for Rainy Days, pemupukan sebaiknya ditunda hingga media mulai mengering setelah hujan lebat agar risiko kehilangan nutrisi dan stres akar berkurang.
Setelah kondisi media membaik, beri pupuk sesuai kebutuhan dan petunjuk produk. Pakai dosis yang dianjurkan, bukan takaran berlebih untuk mempercepat pertumbuhan. Tanaman yang akarnya sedang terganggu memerlukan kondisi stabil sebelum menerima perawatan intensif lagi.
Periksa tanaman secara rutin. Amati daun bagian bawah, pangkal batang, permukaan media, dan lubang drainase. Bila ada bercak atau tanda pembusukan, cari tahu penyebabnya sebelum memakai fungisida. Produk pengendali penyakit digunakan sesuai kebutuhan, label, dan petunjuk keamanan.
