Genteng tanah liat termasuk material atap yang tahan lama dan tidak perlu dibersihkan terlalu sering. Namun, debu, lumut, jamur, alga, atau kotoran yang menumpuk tetap perlu diperhatikan karena dapat mengganggu kondisi permukaan atap. Perawatan yang tepat membantu menjaga genteng tetap awet dan mengurangi risiko keretakan maupun kebocoran.
Bersihkan lumut secara lembut
Lumut sebaiknya disingkirkan dengan sikat berbulu lembut atau pencucian bertekanan rendah. Mengikis lumut secara paksa tidak disarankan karena berisiko membuat genteng retak atau pecah. Mesin penyemprot bertekanan tinggi juga sebaiknya dihindari karena semburan air yang kuat dapat merusak permukaan genteng dan mendorong air masuk ke bagian bawah atap.
Untuk kotoran yang sulit hilang, gunakan produk pembersih yang memang dirancang untuk genteng tanah liat. Jika lumut atau jamur sudah tumbuh cukup tebal, mintalah bantuan tenaga profesional agar proses pembersihan berlangsung aman.
Kenali penyebab kerusakan dan cara mengganti
Genteng dapat retak atau bergeser akibat hantaman benda keras, dahan pohon yang patah, kesalahan pemasangan, tekanan ketika diinjak, atau posisi yang berubah setelah diterpa angin kencang. Kerusakan seperti ini perlu segera ditangani agar tidak ada rembesan air hujan ke lapisan di bawah atap.
Genteng yang pecah atau retak diganti dengan material yang memiliki ukuran, bentuk, serta karakteristik yang mirip. Sementara itu, genteng yang masih utuh tetapi bergeser dikembalikan ke posisi semula dengan pemasangan yang tepat. Bagian yang rusak tidak cukup hanya ditutupi dengan bahan perekat maupun pelapis alakadar; perbaikan juga perlu memperhatikan lapisan di bawah atap serta komponen penopangnya agar fungsi pelindung tetap optimal.
Lakukan pemeriksaan rutin
Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi kerusakan sebelum menjadi lebih serius. Kondisi permukaan atap perlu diamati untuk mengetahui adanya genteng yang retak, pecah, terkelupas, atau bergeser. Kemunculan lumut, alga, serta kotoran yang menahan lembap juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ketahanan atap dan meningkatkan risiko kebocoran.
Pemeriksaan sederhana sebaiknya dilakukan dari tempat yang aman, sedangkan pengecekan menyeluruh dapat dipercayakan kepada tenaga profesional.
Pangkas cabang dan jaga saluran air
Pohon di sekitar rumah memberi keteduhan, tetapi cabang yang terlalu dekat dengan atap berisiko menimbulkan kerusakan. Ranting yang patah saat hujan deras atau angin kencang dapat jatuh dan membentur genteng hingga menyebabkan retakan. Daun kering juga bisa menumpuk di lembah atap dan sudut yang sulit dijangkau, menghambat aliran air hujan, serta menciptakan kondisi lembap yang membuat lumut dan jamur mudah tumbuh. Pemangkasan cabang secara berkala membantu mengurangi risiko tersebut dan meminimalkan penumpukan material organik yang dapat mengganggu drainase.
Talang serta saluran air mesti dibersihkan rutin agar daun kering, ranting, dan kotoran tidak menyumbat aliran. Penyumbatan dapat membuat air meluap dan tertahan di area atap tertentu, meningkatkan kelembapan, dan memicu kerusakan komponen atap dalam jangka panjang. Pastikan pula pipa pembuangan berfungsi dengan baik; pelindung talang atau leaf guard dapat dipertimbangkan untuk mengurangi masuknya daun dan kotoran berukuran besar.
Pekerjaan tertentu butuh tenaga profesional
Beberapa pekerjaan pemeliharaan genteng tanah liat memerlukan keterampilan dan peralatan khusus, seperti pemeriksaan menyeluruh pada bagian atap, penggantian genteng dalam jumlah banyak, perbaikan lapisan di bawah atap, dan pembersihan lumut yang telah menyebar luas.
Penggunaan jasa profesional penting karena genteng tanah liat cukup rentan pecah ketika diinjak langsung. Pekerja berpengalaman memahami cara berpijak dan teknik kerja yang benar agar material di sekitarnya tidak rusak. Tenaga profesional juga dapat membantu menentukan pilihan pembersih, bahan pelapis, atau cara perbaikan yang sesuai dengan karakteristik genteng, sehingga pemeliharaan berlangsung lebih aman tanpa mengorbankan fungsi maupun daya tahan atap.
