Dea Panendra kembali ke Indonesia setelah sekitar setahun menetap di Portugal. Ia menyebut kerinduan untuk kembali berakting dan bekerja sebagai alasan utama kepulangannya, yang berbarengan dengan sejumlah tawaran film baru, termasuk GASIGOGI dari Falcon Pictures.
Dea menyatakan tidak memasang target khusus dalam kepulangannya kali ini. Ia hanya ingin segera kembali bekerja setelah cukup lama tinggal di luar negeri.
“Enggak, enggak ada target. Karena kan kemarin sempat tinggal di luar ya. Terus niatnya tuh pengin pulang karena rindu bermain, rindu kerja juga,” ujar Dea saat ditemui di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, kepada KapanLagi.com.
Menurut Dea, waktu kepulangannya kebetulan bersamaan dengan masuknya tawaran pekerjaan, sehingga ia memilih langsung menyambutnya.
“Tiba-tiba, ya Alhamdulillah, memang mungkin pada saat aku pulang kerjaannya pas bareng, timeline-nya bareng-bareng. Ya sudah, memang ngejar,” ujarnya.
Alasan Sempat Menetap di Portugal
Dea menjelaskan, setelah menikah fokusnya sebenarnya tetap tinggal di Indonesia. Namun ada kesempatan untuk menempuh pendidikan yang membuatnya berangkat ke Eropa.
“Sebenarnya sih fokusnya memang tinggal di Indonesia. Hanya saja kemarin ada kesempatan untuk aku sekolah juga, jadi ya sudah akhirnya berangkat ke sana,” katanya.
Ia mengikuti program pertukaran budaya ke Prancis sekaligus belajar bahasa Prancis. Setelah program itu selesai, sang suami yang berasal dari Portugal justru mengajak pulang ke Indonesia, dan ajakan tersebut langsung disetujui Dea.
“Jadi kayak ada cultural exchange gitu ke Prancis. Ya sudah, akhirnya belajar sekalian bahasa Prancis dan segala macam. Setelah beres, suami aku malah justru sukanya Indonesia, ya jadi pulang. Dia yang minta, ‘Pulang yuk,’ kata dia. Ya sudah, ayo pulang,” jelasnya.
Menikah di KUA Tanpa Pesta
Pada 2023, Dea menikah dengan pria asal Portugal dalam acara yang sangat sederhana. Foto-fotonya menunjukkan ia berada di KUA tanpa pesta perayaan. Dea menegaskan hal itu bukan karena ingin merahasiakan pernikahan.
“Sebenarnya bukan niat privat, hanya saja kami berdua karakternya memang enggak mau ribet. Pertama, kalau pesta nikah kan harus salam-salaman,” katanya.
Ia menuturkan, dirinya dan suami sama-sama pemalu serta cepat kehabisan energi. Karena itu, mereka memilih mengundang orang-orang terdekat saja dan mengakhiri hari dengan makan malam bersama teman-teman.
“Nah, kita berdua sama-sama pemalu dan energinya cepat habis, introvert. Daripada kita capek di hari yang harusnya bahagia, lebih baik kita undang orang-orang terdekat aja, terus akhirnya makan malam bareng teman-teman,” ujarnya.
Dea tetap ingin menggelar perayaan pernikahan suatu hari nanti, meski belum dalam waktu dekat. Ia menyebut rencana itu kemungkinan baru terlaksana saat usia pernikahannya mencapai 40 tahun, dengan para tamu datang sendiri ke Portugal.
“Penginnya ada, tapi nanti kalau usia pernikahan kita sudah 40 tahun kali ya. Semua orang datang aja ke Portugal, bayar tiket masing-masing,” pungkasnya.
