Trenz Indonesia
News & Entertainment

Wendy HS dan Heri Machan Bangkitkan Rock’n Poems Lewat Hatiku Selembar Daun

Puisi Sapardi Djoko Damono

175

Hatiku Selembar Daun

Ketika puisi dinyanyikan

Saat syair dilagukan

Kata-kata pun digaungkan

 

YOGYAKARTA, Trenz Music | Seorang sastrawan besar pergi menyisakan untaian kalimat dan kata-kata indah yang melekat di benak para pecinta nya.

Sapardi Djoko Damono (alm) telah berpulang dua tahun lalu, saat dunia sedang diawal bencana pandemi covid 19 dengan segala tragedi dan kisah dibelakangnya.

Beliau banyak dikenal melalui karya karya puisi yang bernuansa romantis namun sarat dengan makna. Banyak musisi yang sudah mengapresiasi karya-karya Sapardi Djoko Damono kedalam komposisi musik atau lagu dengan gaya dan karakteristiknya masing-masing.

Kalangan umum mengistilahkan kreatifitas tersebut sebagai musikalisasi puisi.

Puisi berjudul Hatiku Selembar Daun merupakan salah satu bentuk apresiasi Wendy HS dan Heri Machan kedalam lagu dari konsep bermusik yang mereka labeli dengan nama Rock’n Poems di awal 2010 lalu.

Suatu proses interaksi dan dialektika lintas disiplin kesenian termasuk sastra didalamnya. Karya-karya puisi Hary Leo (alm) merupakan gebrakan awal mereka berdua dalam orientasi pertunjukan musik dengan melibatkan unsur teater atau performing art, dekorasi artistik plus rancangan busana yang dikenakan dalam satu narasi atau skenario cerita yang utuh. Selain karya puisi Hary Leo (Air Mata Darah, Menangisi Waktu, Gadis Penjaja Luka dan Sajak Ngilu) mereka juga mengkomposisi puisi karya Chairil Anwar (Huesca), Iman Budi Santosa (Aqua dan Coca Cola) dan Sapardi Djoko Damono (Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana).

Selang berjalan nya waktu dan kesibukan masing-masing personel konsep Rock’n Poems praktis berhenti. Wendy HS menjalani profesi sebagai seorang dosen pengajar teater di ISI Padang Panjang dan sekaligus performer teater yang aktif dalam dunia seni pertunjukan dengan gaya pertunjukan yang dinamakannya Total Body Performance.

Diawal 2020 ketika pandemi covid 19 dengan segala gejolak situasi sosial yang terjadi, Heri Machan mencoba mengaktivasi kembali gagasan Rock’n Poems dengan menyodorkan beberapa judul puisi kepada Wendy HS untuk di komposisi menjadi lagu, salah satu judul puisi nya adalah Hatiku Selembar Daun.

 

Dan ketika situasi pandemi mulai melandai atau sedikit kondusif maka proses finishing lagu baru bisa dilaksanakan secara maksimal dan lebih rileks.

Pada proses penggarapan musik, Heri Machan banyak dibantu oleh Adi Pamungkas di studio Bluezone miiknya dikota Magelang.

Inilah cara kami (Rock’n Poems) menghadirkan karya sastra melalui musik. Puisi adalah inspirasi, Rock adalah semangat dan energi didalam komposisi musik yang lebih bertenaga agar kata-kata yang digaungkan mampu menguak tafsir dan makna didalamnya.

Akhir kata ijinkan saya mengutip ucapan seorang Ludwig Van Beethoven, demikian ujar nya ; “Music is a higher revelation than all wisdom and philosophy. Music is the electrical soil in which the spirit lives, thinks and invents“.

Tabik, Salam budaya. (Heri Machan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.