Trenz Indonesia
News & Entertainment

Bus Om Bebek: Film Musikal Anak, Inspirasi Keceriaan Anak Indonesia.

128

Jakarta, Trenz Film | Menghadirkan film musical anak yang edukatif dan menghibur menjadi pilihan Sutradara dan produser Aditya Gumay guna menggairahkan kembali industri film nasional khususnya film anak yang sempat terpuruk akibat pandemic Covid-19.

Karenanya, bertepatan dengan hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November lalu, pria berdarah Palembang yang kesehariannya bergelut dengan kegiatan teater dan sanggar akting anak anak ini memproduksi film musical anak bertajuk “Bus Om Bebek” yang ddiharapkan akan menjadi film pilihan keluarga yang menghibur saat ditayangkan di bioskop pada bulan Januari 2022 nanti.

“Saya memproduksi film ini karena ingin menggairahkan kembali film nasional setelah terpuruk hampir dua tahun lamanya. Kali ini saya mengambil posisi film anak anak,” kata Aditya Gumay, saat ditemui trenzindonesia.com usai Gala Premiere film ‘Bus Om Bebek’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, (25/11/2021).

Sempat tertunda selama 2 tahun, akhirnya penayangan Film Bus Om Bebek dipastikan akan tayangdi bioskop mulai 6 Januari 2022.

“Saya berharap di bulan baru dan di tahun baru, film anak anak mendapatkan animo dari penonton film Indonesia,”lanjut Aditya Gumay.

Film Bus Om Bebek yang di produksi oleh rumah produksi Smaradhana Pro dengan melibatkan pemain diantaranya Ruben Onsu, Sarwendah, Aziz Gagap, Aty Cancer dan Ricky Cuaca ini diharapkan akan mampu kembali mengisi kelanggkaan film anak yang menghibur dan edukatif , layaknya film musical anak terdahulu seperti film Petualangan Sherina ditahun 200an serta film Ambilkan Bulan di tahun 2010an.

“Saya bersyukur akhirnya film musikal anak bisa kembali hadir di bioskop, karena sudah lama sekali kita tidak menyaksikannya. Terakhir kalau saya pribadi, tahun 2000 nonton Petualangan Sherina,” kata Aditya yang juga dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin Sanggar Ananda Kawula Muda.

Diakuinya memang situasinya masih sulit, terlebih masa pandemic belum berakhir, namun Aditya optimis film anak Indonesia bisa bangkit, terlebih pemerintah sudah semakin peduli dan ikut membantu.

“Saya optimistis. Alhamdulilah juga dibantu pemerintah juga, jadi ya mudah mudahan indah pada waktunya,” beber Aditya.

Aditya juga mengungkapakan rasa syukurnya, karena beberapa mitra yang dihubunginya akhirnya berkenan untuk ikut berinvestasi di film Bus Om Bebek

Aditya Gumay

“Awalna sulit juga meyakinkan para mitra untuk mau berinvestasi di film ini. Sebab investasi yang mereka berikan bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga nilai-nilai edukasi yang bakal tertanam lama di benak penonton anak-anak,” ungkap Aditya.

Sementara itu sutradara Ozan Rus mengaku bahagia bisa menyelesaikan produksi film Bus Om Bebek bersama Aditya Gumay. Tak hanya sebagai sutradara yang diakui sebagi debutnya, di film Bus Om Bebek, Ozan juga dalam penulisan skenario dan editing.

“Kesempatan dan debut awal ini sangat berkesan bagi saya. Selain tantangan menggarap film anak, namun kolaborasi bersama sosok yang sudah membuka jendela creativitas saya melalui kegiatan teater dan sanggar Ananda Kawula Muda ,yang saya geluti pada tahun 2007- 2010 ini menjadi moment penting dalam melangkah menjadi seorang sutradara,” jelas Ozan Rus.

Menurut Aditya Gumay, Film Bus Om Bebek  merupakan film yang menggambarkan keceriaan anak anak. Dengan kepolosan mereka, setiap anak bebas menentukan segala bentuk cita – cita yang mereka mau .

Namun film ini juga memperlihatkan rasa kepeduliaan anak terhadap apa yang sedang di alami orang lain.

“Begitu banyak hal yang mengedukasi anak pada film ini dengan sajian yang begitu ringan bagi anak – anak , ini lah yang menjadi motivasi besar saya dalam berjuang bersama menggarap film musical anak ini”, papar Aditya Gumay.

Berawal dari peristiwa om bebek sosok supir bus ( di perankan oleh Azis Gagap ) yang kerap mengantar anak ke sekolah, harus mengalami masa pensiun pun mengalami masa yang tragis dimana Bus sekolah yang ia kendarai karena di bajak oleh seseorang dan seluruh anak – anak di jadikan sandera untuk meminta uang tebusan .

Konflik yang di sajikan dengan genre komedi ini pun sangat menuai tantangan bagi kami dalam memikirkan setiap adegan yang mengantarkan anak – anak untuk berpetualang menghindari kejaran dari sang penculik di alam yang luas, al hasil film musical anak ini tidak hanya memiliki unsur komedi namun unsur action dengan kungfu komedi yang melibatkan Aty Cancer Zein dan Ricky Cuaca saat terlihat adu kekuatan dan ini membuat anak – anak tertawa melihat aksi tersebut, tidak hanya itu sekolompok anak yang terjebak dirumah gubuk di tengah hutan memiliki unsur treatment horor yang melengkapi keseruan cerita hingga muncul sosok Robot animasi Toba yang merupakan tokoh super hero idola yang selalu ada dalam imajinasi anak yang sedang ikut terjebak di dalam hutan.

“Untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang besar kepada Evod Studio yang sudah mendukung dan menghadirkan tokoh robot bernama Toba pada Film Bus Om Bebek”, lanjut Aditya. .

Hal penting yang bisa diambil usai menyaksikan film Bus Om Bebek, diharapkan ada banyak hal positif dan nilai edukasi yang bisa dipetik. Selain itu kita juga dapat melihat karakter anak dengan beragam cita cita nya yang dimana mereka begitu mensyukuri alam yang indah saat berargai peristiwa yang mereka alami, bersama alam mereka dapat tumbuh menjadi anak yang pemberani.

Karena dengan keberanian, maka anak Indonesia mampu tumbuh dan percaya diri guna mengejar cita cita yang mereka inginkan, dan itu menjadi intisari dari cerita Bus Om Bebek. (Fjr).

Leave A Reply

Your email address will not be published.