Artis Haykal Kamil menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia. Ia mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi udara di Sumatera Barat, mulai dari Padang, Bukittinggi, hingga Payakumbuh, pada awal Oktober untuk keperluan pekerjaan.
Jarak pandang terbatas saat pesawat mendarat
Haykal semula menduga dampak karhutla paling parah dirasakan di wilayah yang selama ini kerap diberitakan, seperti Riau, Palembang, dan Palangka Raya. Namun, kondisi yang ditemuinya di Sumatera Barat ternyata juga memprihatinkan. Bahkan saat pesawat yang ditumpanginya hendak mendarat, jarak pandang terlihat terbatas akibat udara yang buruk.
“Tapi kemarin ketika saya ke Sumatera Barat, ternyata pada saat mau turun pesawat saja, udaranya lebih parah,” kata Haykal kepada detikcom di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Ia mengaku tidak bisa melihat dengan jelas kawasan Bukit Barisan yang biasanya tampak dari udara. Kondisi itu, tuturnya, membuatnya menyadari betapa seriusnya dampak kabut asap terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Adik Zaskia Adya Mecca ini menilai masyarakat semestinya dapat menikmati udara bersih tanpa harus menghadapi ancaman kesehatan akibat pencemaran lingkungan. Menurutnya, hak untuk bernapas adalah hak dasar manusia yang seharusnya bisa dinikmati tanpa harus dibayar mahal.
Asap terasa meski tak ada kebakaran langsung
Saat berada di Payakumbuh, Haykal tetap merasakan dampak kabut asap meski menurut informasi yang diterimanya tidak ada kebakaran secara langsung di daerah tersebut. Ia mengibaratkan kondisi itu seperti mencium asap pembakaran sampah di sekitar rumah, tetapi tidak mengetahui siapa yang harus diminta menghentikan sumber asap tersebut.
Haykal lantas membayangkan dampak yang jauh lebih berat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kebakaran hutan dan lahan secara langsung, seperti Riau dan Pekanbaru. Ia juga menyinggung kunjungan sang kakak, Zaskia Adya Mecca, ke Palangka Raya untuk melihat kondisi di lapangan, dan menduga dampak yang dirasakan warga di sana bisa lebih parah.
Ia menyebut dirinya sedih dan kecewa karena menilai sekitar 90 persen persoalan ini akibat ulah manusia sehingga sebenarnya bisa dicegah. Harapannya, ada pencegahan ke depan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Tanggapan soal dugaan shadowban
Selain soal karhutla, Haykal menanggapi keluhan sejumlah artis dan aktivis mengenai dugaan shadowban di media sosial setelah menyuarakan persoalan lingkungan. Ia mengaku beberapa kali mengunggah konten terkait karhutla, tetapi menyayangkan apabila akun yang bersuara soal lingkungan justru mengalami pembatasan.
“Aku paham ada beberapa teman-teman yang memang sering bersuara di media sosial kena dan aku sangat menyayangkan sih. Harusnya yang kena ban itu judi online, terus prostitusi, bukan isu seperti ini,” ungkapnya.
Menurut Haykal, karhutla merupakan masalah nyata yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia mempertanyakan bila konten yang membahas persoalan lingkungan justru dibatasi sementara konten ilegal masih dapat ditemukan di media sosial. Ia menilai hal itu menunjukkan tidak adanya kehendak nyata untuk menyelesaikan isu tersebut.
