Trenz Film | Persoalan hak cipta judul dan cerita film ‘Biang Kerok’ masih dalam proses hukum dan mediasi untuk penyelesaian. Ody Mulya Hidayat produser film sudah merasa membeli film itu dari Beno Benjamin.”Saya membeli film itu dari Beno Benjamin secara legal. Dan, saya sudah datangi Pak Syamsul Fuad sebagai penulis scenario awal film Biang Kerok yang dibintangi Benyamin S, dan memberi apresiasi,” ujar Ody ketika dijumpai wartawan di Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa 27/3/2018.
Dalam penjelasannya, Ody sudah melakukan prosedur yang berlaku pada penggunaan hak cipta seseorang. ”Waktu membeli right itu kan saya juga hati-hati dong dan saya pelajari dan cermati yang terkait hak hak orang. Saya beli dan saya membayarnya,” ujar Ody. Tanpa mengecilkan Syamsul Fuad penulis scenario awal film ‘Biang Kerok’ terdahulu. “Saya datangi dan saya memberi apresiasi ketika saat ketemu beliau menyebut dua puluh lima juta rupiah. Dan saya penuhi. Dari saya lima belas juta dan dari Beno Benyamin sepuluh juta. Kemudian kalau dia menuntut saya juga heran,”ungkap Ody.
Dari awal Ody tidak ingin hal ini menjadi polemik. Dia ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik dibicarakan secara kekeluargaan.” Tapi, juga kedepan saya berharap kepada yang memegang otoritas masalah hak cipta dan sejenisnya ini ada pegangan yang pasti. Kalau begini caranya nanti ada sutradara, DOP dan lainnya yang terlibat dalam film ini menuntut lagi. Padahal, film itu sudah saya beli dari pemegang hak milik atau produser film yang bersangkutan,” harap Ody.
Meski sudah masuk jalur hukum, persoalan hak cipta film Biang Kerok, keinginan Ody bisa dengan cara damai. Itu harapan saya. ”Kalau juga masih mau kejalur hukumya kami ikuti, dan kami siap,” tegas Ody.
Beredar berita, penulis cerita Benyamin Biang Kerok (1972) Syamsul Fuad menggugat sejumlah pihak terkait produksi ulang film Biang Kerok. Hingga saat ini proses hukum di PN Jakarta Pusat masih terus berjalan. Demikian juga dengan mediasi menemukan titik damai dari kedua belah pihak tetap berlangsung. (DidangP.Sasmita/TrenzIndonesia) |Foto : Google.co.id
