HomeNewsEdutainmentKukira Kau Rumah, Film Tentang Pengidap Gangguan Mental

Kukira Kau Rumah, Film Tentang Pengidap Gangguan Mental

Published on

JAKARTA, Trenz Film | Sebuah film inspiratif disuguhkan duo sineas Umah Shahab dan Prilly Latuconsina yang menghadirkan karya film bertajuk “Kukira Kau Rumah”. Sebuah film yang mengangkat isu kesehatan mental.

“Saya dan Umay memang kepingin menghadirkan film yang inspiratif, tidak sekedar tontonan tapi juga ada yang menjadi bahan renungan,” ujar Prilly Latuconsina yang tidak sekedar menjadi bintang utama tapi juga menjadi produser film ‘Kukira Kau Rumah’ yang bakal tayang di bioskop tanggal 3 Februari 2022.

Karenanya Prilly dan Umay bekerja keras agar impiannya memproduksi film yang mengangkat isu sakit gangguan mental ini bias terwujud dengan hasil sesuai yang diharapkan.

“Kami memilih isu ini karena kita ingin orang-orang lebih concern dengan kesehatan mental. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sampai saat ini banyak sekali yang meremehkan kesehatan mental dan tidak mengerti cara menangani orang dengan gangguan mental. Orang juga sering langsung memberikan label “orang gila” kepada orang yang mempunyai penyakit mental. Dan tidak sedikit juga orang menghubungkan penyakit mental dengan dekat atau tidaknya orang tersebut dengan Tuhan.” Papar Prilly panjang lebar.

Baca Juga:

Prilly Latuconsina Minder Jadi Produser Film

Artis yang melejit namanya setelah membintangi sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini menambahkan.

“Padahal penyakit mental banyak sebabnya dan perlu ditangani oleh profesional. Kesehatan mental juga bisa menyebabkan kematian. Saya dan Umay juga yakin, menyampaikan pesan ini lewat film akan lebih efektif dan berdampak lebih besar.” Tambah Prilly.

Menariknya, film ini juga dihiasi lagu romantik dan keren yang dilantunkan oleh Amigdala. Lagu ini mempunyai lirik yang sangat relate bagi anak-anak muda zaman sekarang. Tentu saja lirik lagu Kukira Kau Rumah menjadi salah satu unsur penting didalam film ini, selain itu Amigdala yang merupakan bagian dari komunitas musik independen, mempunyai visi dan misi berkarya yang sama.

PRAM (21 tahun), seorang pemuda yang kesepian, semenjak SMP papahnya sudah meninggal, dan mamahnya sibuk bekerja. Pram mengisi hari-harinya dengan bermain musik dan menciptakan lagu sambil bekerja di sebuah music café. Sampai kemudian, Pram mengenal NISKALA (19 tahun) dan menjadi dekat. Namun, satu yang belum Pram ketahui saat itu adalah; Niskala pengidap bipolar.

Niskala sebenarnya kuliah diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya, DEDI (50 tahun). Tujuan Niskala hanya ingin membuktikan ke ayahnya, bahwa dengan keadaan sakitnya itu, Niskala akan tetap bisa berprestasi. Hal ini hanya diketahui oleh MELA (48 tahun), ibunya Niskala, dan dua sahabatnya, OKTAVIANUS (20 tahun) dan DINDA (19 tahun).

Dengan keadaan itu, pada dasarnya keadaan Niskala sangat terbatas. Namun semenjak Pram akrab dengan Niskala, hidup Niskala pun berubah. (Buyil)

Latest articles

Dari Rongsok Jadi Rupiah: Cara Cerdas Pemulung Bekasi Bangun Masa Depan Bersama Bank Mandiri

Bekasi, Trenzindonesia.com | Siapa sangka, dari tumpukan barang bekas yang kerap dianggap tak bernilai,...

Pulau Rinca Disorot! Menteri UMKM & PNM Gaspol Dorong Ekonomi Nelayan dan UMKM Pesisir

Jakarta, Trenzindonesia.com | Pulau Rinca tak lagi sekadar destinasi wisata eksotis—kini mulai dilirik sebagai...

Tangis Migi Rihasalay Pecah! Tragedi Kereta Bekasi Renggut Nyawa Jurnalis Kompas TV dan Puluhan Korban

Jakarta, Trenzindonesia.com | Duka mendalam menyelimuti dunia hiburan dan media Tanah Air. Desainer sekaligus...

BHC Training Center Gelar Pelatihan Perming Profesional untuk Barber

BHC Training Center kembali menghadirkan pelatihan yang menarik bagi para profesional di dunia Barber!...

More like this

Pulau Rinca Disorot! Menteri UMKM & PNM Gaspol Dorong Ekonomi Nelayan dan UMKM Pesisir

Jakarta, Trenzindonesia.com | Pulau Rinca tak lagi sekadar destinasi wisata eksotis—kini mulai dilirik sebagai...

Kawal APBD 2026, Kemendagri Perketat Aturan Anggaran Stunting agar Tepat Sasaran

DEPOK,Trenzindonesia.com - Pemerintah melalui Kemendagri mengambil langkah tegas untuk memastikan anggaran penanganan stunting...

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...