HomeHiburanFilmMaryam: Janji & Jiwa yang Terikat, Adaptasi Podcast Horor Viral Lentera Malam...

Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat, Adaptasi Podcast Horor Viral Lentera Malam Siap Gentayangi Bioskop

Published on

Film Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat

Jakarta, Trenzindonesia.com | Bayangkan jika cinta yang pernah kamu miliki tak benar-benar mati… bahkan setelah kematian. Lebih menakutkan lagi, cinta itu kembali dalam wujud yang tidak semestinya. Premis inilah yang diangkat ke layar lebar lewat film horor Indonesia terbaru berjudul Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat.

Garapan VMS Studio ini merupakan adaptasi film horor dari episode viral podcast Lentera Malam berjudul Belenggu Jin Kafir, yang sudah membuat jutaan pendengar merinding. Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, film ini menjanjikan teror supranatural yang memadukan horor dengan kisah cinta tak wajar—cinta yang tak bisa mati dan malah berubah menjadi kutukan.

Kisah Cinta yang Berubah Jadi Jerat Mistis

Film ini dibintangi Claresta Taufan, Wafda Saifan, dan Debo Andryos. Ceritanya berpusat pada Maryam, perempuan yang tanpa sadar terikat pada kekuatan gaib. Awalnya ikatan itu terasa seperti perlindungan, namun lambat laun berubah menjadi penjara yang mencekam. Bukan sekadar cinta terlarang, melainkan hubungan dengan makhluk dari dunia jin yang mengaburkan batas antara alam manusia dan alam gaib.

“Podcast-nya saja sudah membuat pendengar takut tidur sendirian,” ungkap produser Tony Ramesh. “Sekarang, horor itu kami bawa ke layar lebar, lebih nyata dan lebih mengikat.

Atmosfer Horor yang Semakin Dekat

Teaser resmi menampilkan Maryam di tengah bisikan gaib, cermin retak, hingga ritual terlarang yang mengundang malapetaka. Dengan atmosfer visual yang suram dan desain suara yang menghantui, Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat diharapkan memberikan pengalaman horor yang melekat bahkan setelah penonton meninggalkan bioskop.

Bagi Claresta Taufan, pengalaman syuting ini bukan sekadar peran biasa.
“Aku benar-benar menjaga diri secara spiritual. Ini tentang manusia yang dicintai jin. Dan cinta seperti itu… bukan untuk dirayakan, tapi ditakuti,” ujarnya.

Proyek Horor Tergelap VMS Studio

Selain Tony Ramesh, film ini juga diproduseri Shalu T.M. dan disebut sebagai proyek horor paling berani dari VMS Studio. Perpaduan kisah misteri, drama emosional, dan unsur mistis menjadikan film ini salah satu rilisan horor Indonesia yang paling ditunggu tahun ini.

Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat segera tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Siapkan nyali, kunci pintu, dan jangan menonton sendirian—karena dalam dunia Maryam, cinta itu abadi… dan dia belum selesai denganmu.

[***Dandung /Ft: Ist]

Latest articles

Erick Dharma, Dari Karawang ke Layar Nasional: Perjalanan Multitalenta yang Tak Pernah Padam

Jakarta, Trenzindonesia.com | Tidak semua perjalanan di dunia hiburan dimulai dari kemewahan. Bagi Erick...

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap jamaah haji tahun 2026 asal Lombok dan Mataram di Kota Mekkah

Jeddah,Trenzindoensia.com - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap...

Saat Dunia Menjadikan Anggrek Mesin Devisa, Indonesia Masih Jalan di Tempat

Surabaya, Trenzindonesia.com - Di tengah gemerlap industri anggrek dunia yang terus tumbuh menjadi sumber...

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

More like this

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

Valdi Mulya Bangun Karier dari Videoklip hingga Film Layar Lebar

BEKASI, Tresnzindonesia.com - Valdi Mulya perlahan membangun namanya di industri hiburan Tanah Air melalui berbagai bidang,...

Misteri “Aku Harus Mati”: Sukses Dari Kerja Keras atau Pesugihan? Horor Ini Sentil Budaya Flexing

Jakarta. Trenzindonesia.com | Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial yang kerap...