Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jawa Timur
Jakarta, Trenzindonesia.com | Mantan Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jawa Timur, Sastra Harijanto Tjondrokusumo, angkat bicara soal dampak pemberlakuan Undang-Undang Royalti yang dinilai memberatkan para musisi, khususnya di daerah. Figur yang dikenal dekat dengan komunitas musik ini menilai, aturan tersebut berpotensi mematikan kreativitas dan keberlangsungan hidup para pekerja musik di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Sastra, yang juga pentolan Miracle Indonesia Satu Band dengan lagu-lagu persatuan seperti Indonesia Satu dan NKRI Harga Mati, menyebutkan banyak kafe dan restoran kini memilih tidak menggunakan musik, bahkan sebagian gulung tikar. “Dampaknya jelas, pengangguran meningkat dan kreativitas anak bangsa terhambat,” tegasnya dalam pertemuan para pelaku musik di Surabaya, Sabtu (9/8).

Menurutnya, musik bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pemersatu bangsa yang harus terus hidup di ruang publik. Ia mengajak seluruh musisi di Surabaya bersatu memberikan dukungan agar musik Indonesia kembali bergema tanpa hambatan berlebihan.
Selain kontribusinya di dunia musik, Sastra juga dikenal sebagai sosok berprestasi di bidang olahraga. Saat menjabat Sekretaris Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Timur, ia sukses menggagas ajang balap sepeda Tour de East Java (2004–2014) yang melibatkan pebalap internasional dan melahirkan atlet-atlet berkelas dunia.
“Musik adalah media kuat untuk menyatukan bangsa. Jangan sampai semangat ini padam hanya karena kebijakan yang kurang bijak,” tutupnya.
