Film Qorin 2
Jakarta, Trenzindonesia.com | Dunia film horor Indonesia bersiap menyambut kembalinya teror yang pernah mengguncang layar lebar. Qorin 2, sekuel dari film horor fenomenal Qorin (2022), resmi diumumkan akan hadir dengan kisah yang lebih kelam dan relevan. Di bawah arahan sutradara Ginanti Rona dan penulis naskah Lele Laila, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang memadukan ketegangan supernatural dengan pesan sosial yang menggugah.
Diproduksi oleh jajaran rumah produksi papan atas—Rapi Films, SL23 (milik Fajar Nugros & Susanti Dewi), Legacy Pictures, Sky Media, dan IDN Pictures—Qorin 2 siap melanjutkan jejak sukses pendahulunya yang mencatat lebih dari 1,3 juta penonton di Indonesia dan meraih box office gemilang di Malaysia.
Kengerian yang membangkitkan trauma

Cerita Qorin 2 berpusat pada Fitri, seorang guru bimbingan konseling muda yang mencoba membongkar kasus perundungan di sekolah tempatnya mengajar. Namun, pencarian kebenaran itu justru membawanya ke fenomena mengerikan: para pelaku yang tewas mendadak, kembali muncul esok harinya seolah tak terjadi apa-apa.
Film ini tidak hanya menyajikan teror supranatural, tetapi juga mengangkat isu bullying, rasa bersalah, dan trauma yang kerap terabaikan—menjadikan Qorin 2 lebih dari sekadar tontonan menakutkan.
Fedi Nuril bawa kejutan baru
Kehadiran aktor papan atas Fedi Nuril menjadi salah satu kejutan terbesar. Dalam teaser peluncuran yang diunggah Rapi Films dan langsung viral di media sosial, Fedi tampak memegang dua boneka pocong—memicu spekulasi publik tentang perannya dan misteri yang akan ia bawa ke layar.
Visi para kreator

Produser Rapi Films, Sunil Samtani, menegaskan, “Qorin telah membuktikan bahwa horor lokal bisa berbicara luas dan dalam. Qorin 2 akan membawa elemen yang lebih kuat—baik secara cerita, sinematografi, maupun relevansi.”
Sementara itu, Susanti Dewi selaku produser sekaligus CEO SL23 mengungkapkan, “Kami hadirkan Qorin 2 bukan sekadar untuk menakut-nakuti, tapi juga untuk menyampaikan pesan. Isu bullying yang diangkat adalah nyata, dan horor menjadi medium yang kuat untuk menggambarkan luka itu secara metaforis.”
Warisan horor berdaya tarik lintas negara
Sejak film pertamanya, Qorin dikenal dengan latar sekolah berasrama, ritual supranatural, serta tokoh perempuan yang kuat—menarik minat penonton muda dan memicu tren baru di genre horor Indonesia.
Kini, Qorin 2 tengah memasuki tahap post-produksi dan bersiap mengumumkan jadwal tayang di seluruh bioskop Tanah Air. Pertanyaannya, siapkah Anda menghadapi teror baru yang bukan hanya menghantui, tapi juga membuka mata akan realitas kelam di balik tembok sekolah?
[**Dandang /Ft: Ist]
