HomeHiburanMusicPAPPRI Distribusikan Royalti Hak Terkait Kepada 442 Artis Musik Indonesia

PAPPRI Distribusikan Royalti Hak Terkait Kepada 442 Artis Musik Indonesia

Published on

Trenz Music | Diawal tahun2018, Lembaga Manajemen Kolektif Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (LMK PAPPRI) kembali mendistribusikan royalty Hak Terkait kepada artis musik Indonesia.

Hingga akhir tahun 2017, meski belum maksimal namun, LMK PAPPRI telah berhasil mengkolek dana dari para usher atau pengusaha terkait yang pada akhirnya total dana yang dibagikan kepada 442 artis musik Indonesia adalah sebesar Rp. 1,2 milyar lebih.

Beberapa artis musik yang menerima royalty hak terkait diantaranya almarhum Broery Pesolima, Armand Maulana, Aziz Jamrud, Band Republik. Dewi Yul, Dian Permana Putra, Dina Mariana, Endang S Taurina, Ernie Johan, Ermy Kulit, Hamdan ATT, Iga Mawarni, Ita Purnamasari, Piyu Padi, Roy Jeconiah, Yongky Soewarno, dan lainnya.

“Total dana yang dibagikan adalah Rp 1,2 miliar lebih, dan yang paling banyak menerima royalty hak terkait adalah almarhum Broery Pesolima yakni sekitar Rp. 35 jutaan”, ujar Dwiki Darmawan, Ketua Umum PAPPRI, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

Dwiki menjelaskan bahwa ini menjadi tahun kedua bagi PAPPRI membagikan royalti hak terkait kepada para penyanyi dan musisi. Menurut Dwiki, hak terkait berbeda dengan royalti hak cipta yang khusus untuk pencipta karya. Hak terkait atau performing right itu meliputi para pemusik dan penyanyinya yang juga berhak mendapat royalti ketika karya sebuah musik diputar untuk komersil.

Dikatakan upaya yang dilakukan LMK PAPPRI masih belum maksimal, dikarenakan sampai saat ini memang masih panjang perjuangan LMK PAPPRI untuk mengkolek dan mendistribusikan royalty Hak Terkait bagi artis musik Indonesia. Terlebih sampai saat ini masih banyak pengusaha terkait yang belum memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajibannya membayar royalty hak terkait.

“Masih penuh perjuangan, meski penerapan system agar musisi bisa mendapatkan hak terkaitnya telah diupayakan mulai 2 tahun ini. Buktinya memang perjalanan masih panjang, karena masih ada yang belum menyadari akan kewajibannya membayar royalty”, jelas James F Sundah.

“Sebenarnya para pengusaha terkait tahu kalau harus bayar royalty. Hanya saja, mereka masih menunda-nunda, menawar dan belum mau bayar. Mungkin, usher itu mainset-nya kalau bisa ya enggak bayar,” tambah Dwiki Dharmawan, yang merupakan suami dari penyanyi Ita Purnamasari.

Menurut Johny Maukar, Sekjend PAPPRI, memang sampai saat ini masih banyak usher yang belum membayar hak para musikus.

“Masih banyak hotel-hotel yang belum bayar, hanya beberapa yang bayar royalti. Begitu juga televisi, hanya beberapa yang bayar. Radio-radio nasional juga belum bayar. Kalau tidak ada gerakan, tidak ada yang sadar dengan sendirinya untuk membayar kewajiban tersebut,” ungkap Johny Maukar.

“Kalau kami harus menggugat, tentunya akan perlu biaya yang besar untuk ngurusinnya, sampai saat ini, salah satu cara yang kami lakukan adalah dengan menerapkan budaya malu, karena memutar lagu orang lain tapi masih belum mau bayar”, lanjut Johny.

“Ini tahun kedua bagi LMK PAPPRI untuk mengkolek dan mendistribrusikan royalti hak terkait . Kami berusaha mengumpulkan dana tersebut dari para pengusaha karaoke, televisi, hotel dan radio. Tahun 2017, pengusaha karaoke menyumbang 50 persen,” pungkas Dwiki Darmawan. (Fjr/Trenz Indonesia)

 

Latest articles

Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) Gandeng Ketua FBJ dan Owner Q Coffee, Salurkan 150 Paket Makan untuk Warga

JAKARTA – Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial dengan...

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Pengusaha Muda Malvin Pradipta Irianto Soroti Pentingnya Karakter, Kompetensi, dan Keberanian Generasi Muda Menuju...

Mikha Tambayong Pilih Beauty Praktis Tanpa Downtime, Tren Perawatan Perempuan Modern Kini Bergeser

Jakarta,Trenzindonesi.com - Jakarta – Tren kecantikan perempuan modern kini menunjukkan pergeseran ke arah perawatan...

Dukungan Sahabat di Balik Layar, Rey Bong Temukan Ruang Pulih Lewat Film Nobody Loves Kay

Film remaja terbaru Nobody Loves Kay tidak hanya menghadirkan kisah persahabatan yang menyentuh di...

More like this

The Polonia Rilis Single “Lelah”, Band Kebanggaan Medan yang Tak Pernah Berhenti Berkarya

Eksistensi The Polonia di industri musik Indonesia kembali dibuktikan. Band asal Kota Medan yang...

Asmara Gen Z Love Fest Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Penggemar di Cileungsi Bogor,

Bogor,Trenzindonesia.com – Fenomena sinetron remaja "Asmara Gen Z" kembali menunjukkan daya tariknya melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...