Trenz Music | Konser pembuka awal tahun bertajuk Invitation To The Dance sukses dipersembahkan oleh Jakarta Concert Orchestra (JCO), Avip Priatna yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (31/1).
Konser Invitation To The Dance menjadi bukti konsistensi The Resonanz Music Studio (TRMS) di bawah pimpinan Avip Priatna untuk mengisi dan memajukan musik klasik orkestra di Indonesia melalui beragam pertunjukan berkualitas yang selalu dinantikan para pecinta musik klasik
Invitation to The Dance merupakan komposisi untuk orkestra yang ditulis oleh komponis asal Jerman, Carl Maria von Weber. Komposisi orkestra ini menjadi judul konser sekaligus komposisi pembuka yang dimainkan oleh sekitar 55 musisi profesional yang tergabung dalam JCO dan turut dimeriahkan Soprano muda Indonesia Isyana Sarasvati, serta pianis muda berbakat Jonathan Kuo.
“Sebagai salah satu konduktor yang aktif di Indonesia, Avip Priatna senantiasa menghadirkan pertunjukan musik klasik dalam upaya mendekatkan masyarakat dan memajukan musik klasik orkestra di Indonesia. Bersama Jakarta Concert Orchestra yang didirikan Avip Priatna bersama Toeti Heraty Roosseno, para penikmat musik klasik disuguhkan karya-karya komposer dunia dan dilengkapi dengan kehadiran Isyana Sarasvati dan Jonathan Kuo, para musisi muda berbakat yang turut mendukung konser Invitation To The Dance ini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Para musisi ini menyuguhkan penampilan karya komposer dunia yang bertema musik tarian, mulai dari tarian waltz yang menenangkan karya Johann Strauss ll yang dibawakan dengan suara indah Isyana Sarasvati, hingga tarian kematian karya Franz Liszt yang ditampilkan oleh alunan piano Jonathan Kuo. Selain itu ada juga tampilan tarian dengan inspirasi kedaerahan Norwegian Dances karya Edvarg Grieg hingga inspirasi dari musik daerah Indonesia berjudul Panen Raya karya Fero Aldiansya Stefanus yang khusus ditulis untuk konser Invitation To The Dance.
“Kita sudah mampu menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki potensi yang patut diperhitungkan melalui beragam kompetisi paduan suara yang berhasil dimenangkan. Saya mempunyai mimpi untuk mendekatkan masyarakat dengan musik simfoni, baik simfoni orkestra maupun simfoni lokal yang mendorong saya mendirikan Jakarta Concert Orchestra sekitar 15 tahun silam. Melalui konser Invitation To The Dance ini, saya ingin menunjukkan bahwa kita memiliki orkestra yang terdiri dari para musisi berbakat yang mampu menampilkan karya komposer dunia,” ujar Avip Priatna, Direktur Musik The Resonanz Music Studio.
Konser Invitation To The Dance secara memikat menyajikan komposisi musik
Carl Maria von Weber (1786-1826) : Invitation to The Dance
Manuel de Falla (1876-1946) : Spanish Dance No.1
Gabriel Fauré (1845-1924) : Pavane
Fero Aldiansya Stefanus (1988) : Panen Raya (penampilan perdana)
Franz Liszt (1811-1886) : Totentanz – Jonathan Kuo, piano
Edvard Hagerup Grieg (1843-1907) : Norwegian Dances, Op 35
Léo Delibes (1836-1891) : Les filles de Cadix – Isyana Sarasvati, sopran
Johann Strauss II (1825-1899) : Frühlingsstimmen – Walzer, Op 410 – Isyana Sarasvati, sopran
Camille Saint-Saëns (1835-1921) : Danse Bacchanale
(PR/TrenzIndonesia) | Foto: Dok. Imaged Dynamics
