Trenz Music | Selaku Produser merangkap CEO NAGASWARA, Rahayu Kertawiguna seolah memiliki energi kreatif yang berkesinambungan.
Diakhir November ini, bersama label Big Indie NAGASWARA, Rahayu kembali merilis album kompilasi yang diproduserinya bertajuk “POPNESIA”
“Saya hanya ingin memberi ruang kepada penyanyi terlebih penyanyi muda, karena industry musik tetap harus berjalan”, ujar Rahayu Kertawiguna saat launching album kompilasi PONESIA di Graha Mitra Terrace, Mitra Jakarta, Kamis (30/11).
Sesuai namanya, POPNESIA mengusung warna musik pop yang didukung oleh tiga penyanyi solo dan dua pasangan penyanyi lainnya. yakni pasangan Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala dengan single ‘Langit Ke 7’ ciptaan Hengky Kurniawan dan Zoel Hatts Putra serta penyanyi Jeslin feat Langston Hues dengan single ‘Magic’ ciptaan Merry LC.
Sedangkan tiga single lainnya di album POPNESIA adalah single ‘Kamu Cukup’ ciptaan Ilham dan El yang dinyanyikan oleh Delon, single ‘Cinta Mati’ ciptaan Ilham Baso yang dibawakan oleh Rio Basier, serta single bertajuk ‘Rahasia’ ciptaan Pay Caramel yang dilantunkan oleh penyanyi pendatang baru berparas cantik yakni Thavia.
Gebrakan berani dilakukan Big Indie NAGASWARA yang menjual CD album kompilasi seharga Rp. 10.000,-. Langkah ini dilakukan agar pecinta musik Indonesia bisa menikmati lagu-lagu dengan hasil yang berkualitas sekaligus guna memerangi pembajakan yang masih marak di Indonesia.
“Saya berharap masyarakat memang ingin membeli produk yang harus dibeli, biar bagaimanapun, produk original lebih memiliki manfaat baik bagi yang beli maupun bagi insane musik Indonesia”, jelas Rahayu.
“Seharusnya para pembajak itu sadar dan ngerti apa itu hak cipta. Saya perlu royalty agar bisa berbagi dengat artis dan pencipta yang karyanya dibajak. Pembajakan itu mematikan musik Indonesia. Saya masih yakin pembajakan akan semakin berkurang karenanya kesadaran masyarakat tentang pembajakan harus sudah melekat”, pungkas Rahayu Kertawiguna. (Fjr/TrenzIndonesia) | Foto: Fajar & Dons
