Artis senior Yatti Surachman akhirnya menjalani operasi katarak setelah penglihatannya menurun drastis akibat penyakit yang sudah mencapai tingkat keparahan 70 persen. Di usianya yang tak lagi muda, kemampuan melihat Yatti terus merosot hingga tersisa sekitar 30 persen, membuat aktivitas sehari-hari—terutama pekerjaannya sebagai aktris—semakin terhambat.
“Atas saran dokter mata, saya diminta segera operasi. Kalau tidak ditangani cepat, bisa fatal,” ujar Yatti saat ditemui di kediamannya di kawasan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (20/11/2025).
Keputusannya menjalani operasi tak lepas dari tuntutan profesi. Sebagai aktris yang aktif membintangi berbagai judul, Yatti sangat bergantung pada kemampuan membaca dan menghafal naskah. Terlebih, belum lama ini ia menerima trofi Kartini Film 50 Tahun Berkarya Paling Keren dari FORWAN, Kapita, dan Kementerian Kebudayaan—sebuah penghargaan atas kiprahnya yang panjang di dunia seni peran.

“Mumpung lagi break syuting, saya sepakat untuk operasi. Alhamdulillah, Tuhan memudahkan semuanya sehingga saya bisa menjalani operasi di waktu yang tepat,” ungkapnya lega.
Operasi pada mata kanannya berlangsung cepat dan mulus. Yatti bahkan langsung merasakan perubahan signifikan begitu prosedur selesai.
“Alhamdulillah setelah operasi, penglihatan mata kanan langsung tajam. Untuk mata kiri nanti diperiksa tanggal 25 November,” tuturnya.
Yatti memilih menjalani operasi di RS Mata IEC Eye Care karena teknologi modern yang ditawarkan serta proses tindakan yang cepat dan nyaman.
“Operasinya cuma dua belas menit, langsung selesai. Itu salah satu alasan saya memilih rumah sakit ini—kerjanya cepat, teknologinya canggih, jadi saya bisa segera kembali bekerja,” katanya.
Meski usia terus bertambah, Yatti Surachman tetap menjadi salah satu aktris senior paling aktif di industri hiburan. Setelah rangkaian perawatan dan pemulihan selesai, ia berharap dapat kembali berakting tanpa kendala penglihatan, melanjutkan karier panjangnya yang hingga kini masih bersinar. RuL
