Trenz Indonesia
News & Entertainment

Ride for Friendship 2. Membelah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Demi Menjilat Matahari

344

Lampung, Trenz Life Style I Memasuki hari kedua perjalanan turing “Ride for Friendship 2: Father n Son” (RFF2), pasangan bapak dan anak, Bro AndraBro O’Neil, kembali melanjutkan bermotornya dari penginapan di Bandar Lampung untuk menuju kota Bintuhan yang berjarak ±365km.

“Untuk hari kedua, sangat dimungkinkan bisa masuk Bengkulu. Tapi setelah mengintip Google Maps ada dua pilihan antara seputaran pantai Krui atau Bintuhan yang juga berada di pesisr pantai. Akhirnya kita putuskan untuk bermalam di Bintuhan,” ujar Bro Andra kepada Trenzindonesia.com lewat WhatsApp Voice, Senin (23/8) pagi.

Apalagi ungkap Bro Andra, di atas kertas sejatinya pukul 07.00WIB pagi dari penginapan telah check out. “Tapi karena ada sepupu yang sengaja datang untuk mengajak sarapan sambil temu kangen. Kena Portal deh sama sanak keluarga, jadi baru bisa jalan jam 9-an,” kelakar Bro Andra.

Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berada pada provinsi Lampung-Bengkulu, merupakan kawasan habitat bagi badak, harimau, dan gajah ini, sehingga harus berbagi jalan nasional Sanggi-Bengkunat sebagai penghubung kedua provinsi.

Wuiiih.., sama sekali nggak tahu kalau sampai bisa motoran melintasi taman nasional.  Bayangannya seperti di Cibodas, parkir motor terus kalau mau menikmati Taman Nasional Gede-Pangrango iya salah satunya kudu hiking,” lontar Bro O’Neil terheran-heran lewat WhatsApp Voice kepada Trenzindonesia.com sambil menikmati makan siang di Bengkunat.

Meski hanya berjarak ±36km, jalan nasional Sanggi-Bengkunat yang membelah TNBBS, Bro O’Neil menceritakan, karena taman nasional jadi sama sekali tak ada pemukiman, kecuali di kanan kiri jalan yang beraspal mulus hanya terhampar hutan pepohonan. “Entah karna pandemi Covid-19 yang membuat jalanan sepi. Kecuali bertemu dengan puluhan monyet, seakan menyapa sambil berharap diberikan makanan,” tukas Bro O’Neil.

Hanya saja, sambung Bro Andra mengatakan, selepas lintasan jalan taman nasional yang berudara sejuk, berbalik menjadi panas membara perjalanannya. “Bisa jadi karena jarangnya pepohonan, terus juga akan menyusuri jalan nasional yang berdampingan dengan pesisir pantai. Jadi biar ngak dehidrasi iya beberapa kali berhenti hanya untuk minum dan minumlah,” timpal Bro Andra.

Pilihan kota Bintuhan sebagai akhir dari perjalanan di hari kedua RFF2, Bro Andra menjelaskan, lantaran mendapatkan informasi dari pelayan rumah makan kalau terdapat lokasi bagus untuk bermalam. “Kalau gue gas sampe Bengkulu ngapain juga ya? Terlalu malam dan juga masih banyak waktunya kok?” ungkap Bro Andra yang memimpikan untuk bisa menikmati sunset dari pantai Bintuhan ini.

Namun, impian menjilat matahari, memandangi sunset di Bintuhan harus terkubur, lantaran cuaca tak mendukung. “Beruntung hujan turun, kita pas masuk hotel,” singkat Bro O,Neil sambil menceritakan usai melintas di Jembatan Manula itu.

RFF2 mencicipin lintasan Taman nasional Bukit Barisan Selatan

Leave A Reply

Your email address will not be published.