HomeNewsEdutainmentTya Subiakto Tekuni Profesi Baru Sebagai Novelis

Tya Subiakto Tekuni Profesi Baru Sebagai Novelis

Published on

Jakarta, Trenz Lifestyle | Merasa kreatifitasnya sudah tidak nyaman di zona mapan, komposer, conductor, penata musik dan sutradara film Tya Subiakto yang sempa menghilang dari panggung entertainment Indonesia ini kembali comeback dengannuansa berbeda.

Sejak menikah dengan Agyl Shariar tahun 2019, diakui Tya kalau dirinya sering berdiskusi soal bidang tulis menulis, khususnya sastra Hingga akhirnya, Di tahun 2020 ini,  penata musik untuk puluhan judul film ini muncul dengan kreatifitas baru yakni sebagai novelis..

“Gara-gara beliau aku jadi kepengen nulis. Karena setiap ada ide, dia bilang, sayang kamu tulis dengan kalimat kamu sendiri. Tiba-tiba begitu aku sodori, dia bilang bagus kok nulisnya. Dari situ aku udah mulai PD nulis.” ujar Tya Subiakto melalui saluran telepon, Selasa (5/5/2020).

Tya Subiakto

Novel perdana mantan istri aktor Candy Satrio ini bertajuk “Panggil Aku Mama” (PAM),  Tya mengungkapkan kalau novel kebangaanya itu adalah sebuah skenario yang berjudul ‘Kapan Kamu Manggilku Mama’. Namun akhirnya Tya mengubahnya dengan judul yang lebih ringkas yakni ‘Panggil Aku Mama‘. Judul itu merupakan sumbangsih dari suami Tya.

“Ini memang ajaib. Aku awalnya nulis skenario dulu. Aku nulis di tengah perjalanan di kereta. Ini juga aku persembahkan buat film pertama mas Agyl. Tiba-tiba Covid-19 akhirnya aku ubah format yang awalnya skenario jadi novelisasi.” ungkap penata musik film ‘Bidadari Jakarta‘ ini.

Tya mengatakan kalau proses penulisan novel ini memakan waktu sekitar 3 bulan. Untuk editing naskahnya, ia percayakan kepada Oksand yang juga penulis indie. Dan cover buku PAM ia serahkan kepada sepupunya yang seorang ilustrator, Roosdy Fisher, dengan panduan Tya. Novel ini juga mendapatkan endorse dari produser Chand Parwez Servia.

Tya Subiakto

Dalam Novel ‘Panggil Aku Mama‘ ini, Tya mengungkapkan bagaimana ide cerita ini muncul. Rupanya, idenya tak jauh dengan kehidupan pribadinya sebagai perempuan yang pernah menyandang status single parent.

“Novel ini tentang single parent dan kehidupan asmaranya. Yang banyak diangkat justru soal single parent dengan kehidupan poligaminya. Di kehidupan nyata, tingkat perceraian kan tinggi. Selain itu psikologis anak-anak kadang terabaikan. Ini yang jadi inspirasi aku bikin novel ini. Jarang family drama yang angkat tentang hubungan janda dengan duda.” papar pemenang ‘Penata Musik Terpuji ‘untuk film “Ayat-Ayat Cinta” dalam ajang Festival Film Bandung ke-21 tahun 2008 silam ini.

Novel tersebut akan diterbitkan oleh Stiletto Indie Book, sebuah penerbitan yang memang dikhususkan bagi penulis perempuan.

Bulan Mei 2020 ini, naskahnya telah naik cetak. Dan preorder untuk novel PAM telah dimulai sejak Rabu, 6 Mei 2020, di akun instagram @stiletto_indiebook. (Buyil)

Latest articles

Forum Wartawan Hiburan,Genap 12 Tahun, Semangat Kebersamaan Jadi Kekuatan Bertahan

Jakarta , Trenzindonesia.com - Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-12...

Sinkronisasi RKPD 2027 Jadi Fokus Rakortekrenbang Bali

BALI , Trenzindonesia.com – Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah turut berpartisipasi...

23 Santri PPRQ Lampung Tunjukkan Kehebatan Amtsilati, Kiai Tekankan Adab di Atas Segalanya

Lampung, Trenzindonesia.com | Suasana haru, bangga, sekaligus takjub menyelimuti Masjid At-Tibyan, Kota Metro, saat...

Dari Rongsok Jadi Rupiah: Cara Cerdas Pemulung Bekasi Bangun Masa Depan Bersama Bank Mandiri

Bekasi, Trenzindonesia.com | Siapa sangka, dari tumpukan barang bekas yang kerap dianggap tak bernilai,...

More like this

Fashion Show Nina Septiana Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik dan Seni

Jakarta ,Trenzindonesia - Jakarta – Penampilan fashion show dengan koleksi busana muslim terbaru karya...

Tangis Haru di Hong Kong! Duet Novi Ayla dan Abi Hadad Alwi Bikin 3.000 TKI Larut dalam Shalawat

Jakarta, Trenzindonesia.com | Suasana haru menyelimuti konser “Shalawat dan Doa” di Hong Kong ketika...

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...