Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kadri Mohamad: Secara Etika, Mengcover Lagu Untuk Di YouTube, Harus Ijin

407
Kadri Mohamad

Jakarta, Trenz Music | Yang sedang tren, kini di ranah YouTube banyak penyanyi, baik yang sudah terkenal maupun masih menunggu keberuntungan di jagad Maya, dengan merekam ulang lagu yang pernah populer atau Tengah populer. Bagaimana hak ekonomi atau royalti sang pencipta lagu?

“Secara etika yang mau mengcover lagu mesti ijin, biar kalau nanti sukses di YouTube, jadi aman. Tidak dituntut oleh penciptanya,” ujat Kadri Mohamad, musisi yang juga ahli hukum ini saat Cakap-Cakap Bareng Mas Bens live ig, Kamis ,(10/9/2020)

Tapi seringkali kata Kadri menambahkan, buat penyanyi yang mau minta ijin kesulitan mencari tahu siapa publishernya atau keluarga pencipta lagu yang mendapat hak waris lagunya.

Kadri Mohamad

“Seringkali penyanyi kesulitan soal publishernya, dan juga mencari tahu keluarga pencipta lagu yang dapat hak waris. Seperti yang saya alami ketika mau minta ijin penggunaan lagu karya Farid Hardja, karena keluarga Farid Hardja sangat banyak. Jadi sulit mencari tahu siapa hak warisnya,” jelas pengurus PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia)

Menurut Kadri, mengcover akan berpengaruh secara ekonomi buat mereka selebritas yang memiliki penggemar jutaan.

“Kalau penggemar masih ratusan nggak akan berpengaruh. Apalagi kalau musisinya sudah mendaftarkan lagunya ke pihak YouTube atau publisher yang memiliki jaringan ke YouTube, kalau kemudian meledak, hak ekonomi tetap diberikan kepada pencipta lagunya sendiri,” tegas vokalis band  The KadriJimmo lebih lanjut.

Hak itu juga diamini Bimbim Slank ketika Cakap-cakap dengan Mas Bens sebelumnya

“Buat Slank nggak masalah kalau lagunya di cover penyanyi lain. Toh royalti dan hak ekonomi dari YouTube diberikan kepada Slank. Palingan yang mencover dapat nama doang,” tandas Bimbim. (Buyil)

Leave A Reply

Your email address will not be published.