HomeNews10 Inisiatif Pemuda Ajak Netizen Kasih Solusi Untuk Masalah di Sekitarnya

10 Inisiatif Pemuda Ajak Netizen Kasih Solusi Untuk Masalah di Sekitarnya

Published on

Trenz News | Kesibukan kerap kali menjadi tantangan para pemuda untuk menyelesaikan permasalahan sosial di sekitarnya. Tetapi, ada segelintir mahasiswa atau professional yang di tengah kesibukannya masih menyempatkan waktu melakukan effort kecil dengan gaya khas anak muda; tak hanya membantu, tapi juga mengajak teman-temannya lewat sosial media.

Dalam rangka hari sumpah pemuda, Kitabisa.com mencoba merangkum 10 orang muda yang memiliki beragam kesibukan, namun tetap bisa memberikan dampak bagi permasalahan sosial melalui penggalangan dana.

Willix Halim, COO Bukalapak.com

kitabisa.com/ultahwillix

Banyak orang mengira kesibukan sebagai petinggi e-commerce terkemuka di Indonesia, Bukalapak.com, akan membuat Willix memiliki keterbatasan dalam menyikapi permasalahan sosial yang ada di sekitarnya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Willix, yang terketuk dengan berbagai pemberitaan tentang fraud yang dialami First Travel, dan berinisiatif galang dana untuk berangkatkan beberapa orang korban ke tanah suci. Terbukti, di tengah kesibukannya Willix berhasil menggalang dana lebih dari 75 juta rupiah dari 256 donatur.

 

Sekumpulan Insinyur Buat Jembatan di Pedalaman,

Kitabisa.com/jembatanbaik

Jembatan Baik lahir sebagai solusi pembangunan di negeri ini. Jembatan Baik merupakan komunitas yang terdiri dari kumpulan orang baik dan penggiat jembatan. Faris Budiman Annas, saya alumni pascasarjana Universitas Indonesia dan aktivis pada gerakan Jembatan Baik melakukan penggalangan dana untuk bangun jembatan di Sikucur, Sumatera Barat. Kampanye ini berhasil kumpulkan Rp 144.272.423 dari 438 orang donatur.

 

Penyanyi Tulus Galang Dana untuk Gajah

Kitabisa.com/temangajah

Populasi Gajah Sumatera harus dijaga kelestariannya supaya tidak punah dan tidak terputusnya rantai makanan karena akan berujung kepada ketidak seimbangan pada ekosistem yang ada di alam. Ditengah kesibukan sebagai musisi, Tulus, menggalang dana melalui kampanye Teman Gajah, Kampanye ‘Teman Gajah’ ini adalah program lanjutan dari ‘Jangan Bunuh Gajah’ yang pernah diselenggarakan sekitar satu tahun yang lalu. Kampanye ini telah mengumpulkan Rp 14.771.084 dari 27 donatur.

 

Melisa, Ojek Online Cantik Galang Dana untuk Penderita Kanker Osteosarcoma

kitabisa.com/adikdisa

Pekerjaan sebagai driver ojek online dan menjadi mahasiswi tentu membutuhkan waktu dan dedikasi yang tinggi. Namun Melisa Prita Dewi Saragih Sumbayak tetap memiliki perhatian terhadap masyarakat, dan mendorong Ia galang dana Disa, penderita kanker osteosarcoma yang baru berusia 12 tahun. Kebaikan hati Melisa Prita mengetuk pintu hati masyarakat, hingga berhasil kumpulkan Rp 51.568.849 dari 386 donatur.

 

Alldo Felix Galang Dana untuk Kuliah Driver Ojek Online

Kitabisa.com/ojekonlinesh

Paul, sopir ojek online, anak petani sayur, terpaksa putus kuliah akibat keterbatasan biaya. Pihak kampus menyatakan bahwa Paulus baru diperbolehkan untuk kembali berkuliah setelah melunasi tagihan kuliahnya sebesar Rp 9.435.000. Meski Sibuk, Alldo Fellix Januardy, Pengacara LBH Jakarta, mengajak kita bantu dia mencapai mimpinya jadi Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana. Project ini telah mendapatkan Rp 12.024.639 dari 59 orang donatur.

 

Jenny Jusuf Galang Dana untuk Korban Kekerasan Domestik

Kitabisa.com/bantuputu

Putu mengalami kekerasan domestik tragis (kaki dipotong hingga putus) yang dilakukan suaminya sendiri. Jenny Jusuf, Penulis Skenario adaptasi terbaik FFI 2015, mengajak publik bersama mengulurkan tangan dan menyampaikan pada Putu. Kampanye ini menunjukkan kepada kita, ditengah kesibukannya Jenny Jusuf bisa mengumpulkan dana publik senilai  Rp 94.394.092 dari 411 orang donatur.

 

Tasya Kamila Galang Dana untuk Ketersediaan Listrik di Sumba

https://kitabisa.com/eevillagesumba

Beberapa daerah di Indonesia belum merasakan pembangunan, Hal ini mendorong Tasya Kamila bersama empat pelajar lain dari Columbia University di tengah kesibukan mereka menyelesaikan study, melakukan penggalangan dana. Donasi yang terkumpul digunakan membangun #EEVillage untuk ketersediaan listrik ramah lingkungan di desa Tanggedu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Energy Empowered Village (#EEVillage) adalah proyek pengembangan masyarakat dengan membangun desa mandiri energi menggunakan sumber yang ramah lingkungan. Tasya berhasil kumpulkan Rp 48.006.167 dari 274 orang donatur.

 

Ulang Tahun Gita Savitri untuk Adit & Herni

kitabisa.com/ulangtahungitasav

Gita Savitri adalah social media influencer sekaligus mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Jerman. Hari ulang tahun ke-25 Ia dedikasikan untuk pendidikan Adit dan Herni binaan Hoshizora Foundation. Adit & Herni mempunyai cita-cita yang sangat mulia. Adit sangat ingin melestarikan budaya Indonesia dengan menjadi guru Bahasa Indonesia. Meski jauh di Jerman, Ia bisa ajak publik galang dana hingga Rp 30.998.265 dari 345 orang.

 

Wirda Mansur Untuk Rohingya

kitabisa.com/wirdauntukrohingya

Tragedi kemanusiaan di Rohingya menarik perhatian banyak orang, tak terkecuali Wirda Mansur. Mahasiswi Universitas Oxford ini ambil bagian dalam pengumpulan dana untuk para korban. Melalui penggalangan dana di Kitabisa.com, Ia mengumpulkan Rp 524.275.486 dari 3569 orang donatur.

 

Bantu Pak Yusri, Penjual Gulali Dekat UI

https://kitabisa.com/gulaliyusri

Pak Yusri, penjual gulali harum manis keliling dekat UI dgn berjalan kaki. Sering berjualan hingga larut malam. Menanggung seorang istri dan 5 anak. Ahmad Alhamid, mahasiswa UI, tergerak untuk membantu. Ditengah kesibukannya, Ahmad ingin memberikan beliau MODAL USAHA agar Pak Yusri bisa memiliki alternatif jualan lain dan istrinya bisa membuka warung kecil-kecilan di teras rumah. Lebih dari 132 donatur berhasil mengumpulkan Rp 15.598.059 untuk kampanye ini.

 

Menarik untuk ditilik, nama-nama diatas memiliki kesibukan yang sangat tinggi dengan latar belakang yang sangat beragam. Mulai dari kuliah di kampus elite luar negeri, menjadi executive di perusahaan ternama, hingga  menjalani keseharian sebagai public figure.  Selain 10 nama diatas, masih banyak anak muda Indonesia yang terus berupaya memberikan dampak bagi masyarakat di sela-sela kesibukan mereka. Jadi, siapapun masih bisa memberikan dampak meski memiliki kesibukan, kan? (pr) | Foto: Dok. Kitabisa.com

 

Latest articles

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Perjuangan Anak Pemulung Tak Lagi Sunyi: Yayasan Humaniora Sekolahkan Puluhan Anak, Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Bekasi, Trenzindonesia.com | Di tengah kerasnya kehidupan urban, secercah harapan muncul bagi anak-anak...

More like this

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)