HomeNewsAksi Sigap personel Satgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Bantu Evakuasi Warga...

Aksi Sigap personel Satgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Bantu Evakuasi Warga Sakit Di Perbatasan

Published on

SANGGAU, Trenz News | Personel Satgas Pamtas Ri-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani Pos Sei beruang dengan sigap membantu evakuasi seorang warga perbatasan yaitu Ibu Junnah (61) yang mengalami struk ringan ke rumah sakit Sanggau. Aksi evakuasi tersebut langsung ditangani dengan cepat oleh personel kesehatan satgas Pos Sei Beruang di  Dusun Sei Beruang, Desa Sei Tekam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. (Minggu, 25 September 2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Dansatgas pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Makotis Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (25/09/2022).

“Sebelumnya pos sei beruang menerima laporan dari masyarakat bahwasanya ada warga di desa yang mengalami struk dan tekanan darah tinggi sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat. Setelah menerima laporan tersebut saya memerintahkan personel kesehatan di pos tersebut untuk memeriksa kondisinya terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan mengevakuasi Ibu Junnah ke rumah sakit terdekat di wilayah tersebut.” Ujar Dansatgas.

“Hal ini juga sebagai wujud nyata dari pelaksanaan 8 wajib TNI di masyarakat yaitu Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Kita akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat di wilayah perbatasan.” Tambah Edi.

Ditempat terpisah,Dan SSK IV Kapten Arm Joni juga mengatakan bahwa pelaksanaan evakuasi tersebut menggunakan mobil ambulance milik puskesmas desa Sei Tekam menuju RS Sanggau dengan di dampingi personel kesehatan dari Pos Sei Beruang dan juga dari keluarganya.

“Setelah melaksanakan penanganan pertama oleh personel kesehatan pos sei beruang yaitu Sertu Baedowie, kami meminta bantuan ambulance dari puskesmasdesa Sei Tekam untuk membawa Ibu Junnah menuju ke RS Sanggau, saat proses evakuasi personel kesehatan pos juga ikut mendampingi bersama keluarganya.” Pungkas Joni.

Selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan oleh Bapak Pandak (65) kepada personel satgas Yonarmed 19/105 Trk Bogani atas kesigapan anggota pos dalam proses evakuasi terhadap isterinya.

“Terima kasih atas kesigapan Satgas pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani dalam membantu istri saya untuk di evakuasi ke rumah sakit Sanggau. Saya berharap semoga istri saya dapat segera ditangani dengan baik dan segera diberikan kesembuhan.” Ucap Pandak. (Pen Satgas Pamtas RI-Mly RI-Mly Yonarmed 19/105 Trk Bogani)

Latest articles

Mayang Lucyana Fitri Gebrak Industri Musik dengan Lagu Koplo “Boncengan Baru”, Siap Goyang Pecinta Musik Tanah Air

Jakarta – Penyanyi muda Mayang Lucyana Fitri kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

More like this

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...