Trenz Indonesia
News & Entertainment

Alumni Lemhannas Bahas Dinamika Bangsa dalam Diskusi Santai

Prof. Muhammad Said Sebutkan Bahaya Transmisi Ideologi Non-Pancasila Lebih Dahsyat

224

JAKARTA, Trenzindonesia | Sejumlah alumni Lemhannas RI berkumpul pada Sabtu, 19 Agustus 2023, untuk berbicara dalam diskusi yang santai sambil membahas berbagai dinamika perkembangan negara dan bangsa, sekaligus merefleksikan perayaan hari ulang tahun Kemerdekaan RI Ke-78.

Hadir dalam diskusi tersebut adalah Dr. (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center; Stevy Hanny Supena, SE., MM., Direktur PT. Sembilan Tryas Logisttik Indonesia dan Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center; dan Prof. Dr. Muhammad Said, Direktur Eksekutif Para Sophia Indonesia dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta..

Dalam suasana yang santai dan penuh keakraban, pertemuan ini menjadi wadah bagi para alumni Lemhannas untuk berdiskusi tentang isu-isu kontemporer. Topik yang dibahas meliputi manajemen rantai pasok logistik, potensi ekonomi maritim, dan tantangan ketahanan pangan.

Pada awal diskusi, Prof. Dr. Muhammad Said mengajak semua untuk merenungkan makna sebenarnya dari kemerdekaan setelah Indonesia meraih usia kemerdekaan yang ke-78 tahun. Ia mengajak kita semua untuk memikirkan penderitaan dan pengorbanan para pahlawan di masa lalu serta mendoakan yang terbaik bagi mereka di sisi Tuhan.

“Heningkan cipta memiliki makna strategis. Selain penguatan sense of responsibility sebagai penikmat kemerdekaan, juga mengkontekstualisasikan penjajahan dan kemerdekaan dengan kondisi faktual hari ini. Tujuannya selain untuk menghindari kesalahpahaman (misunderstanding) bahwa hari ini tidak ada lagi penjajah yang harus dilawan, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran yang membuat kita berat meninggalkan zona nyaman. Penjajahan ala modern lebih dahsyat,” tuturnya.

Prof. Muhammad Said juga membahas dampak teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kehidupan. Meskipun TIK memberikan kontribusi positif dalam berbagai sektor, ia juga mengingatkan akan ancaman ideologi dan gangguan dari luar seperti kapitalisme, komunisme, dan ideologi agama.

Ia menambahkan bahwa narkoba dan pornografi juga merupakan ancaman serius yang merusak berbagai aspek kehidupan, termasuk ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan.

Prof. Muhammad Said mengakhiri diskusi dengan menguraikan beberapa tugas berat yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan. Tugas-tugas tersebut meliputi merawat dan mengembangkan kemerdekaan dengan pendekatan edukatif berdasarkan Pancasila, mengatasi ego diri untuk kepentingan bersama, meningkatkan tanggung jawab terhadap negara, menghindari interpretasi sempit terhadap kata-kata seperti “jihad” dan “kafir,” serta membangun pemimpin yang berfokus pada kepentingan rakyat.

Diskusi ini membuktikan bahwa para alumni Lemhannas memiliki peran penting dalam merawat dan memajukan bangsa melalui pemahaman mendalam tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. (PAM/Fajar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.