Trenz Indonesia
News & Entertainment

Dirjen Veri Minta Pemprov Sumut Ajak Mahasiswa Berdayakan Konsumen

66

JAKARTA, TRENZINDONESIA, — Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, meminta Pemprov Sumatera Utara menggandeng mahasiswa untuk melindungi & memberdayakan konsumen serta menjadikannya subyek pembangunan & penentu pasar.

“Mahasiswa itu agen perubahan sosial sekaligus generasi penerus bangsa sehingga dapat memberikan peran nyata di lingkungan sekitar dengan turun langsung ke masyarakat,” ujar Dirjen Veri seraya mengisyaratkan sinergitas aparatur pemerintahan dengan kampus demi memulihkan ekonomi nasional, Selasa (7/12/2021).

Mahasiswa sebagai garda depan konsumen cerdas dan berdaya, diyakini Veri Anggrijono, karena mampu melakukan penyebaran informasi dan edukasi baik melalui media sosial maupun terjun langsung ke masyarakat.

“Perlindungan konsumen harus masif, lintas sektor dan kontinyu, dimana mahasiswa dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam kegiatan perlindungan konsumen terutama di lingkungan sekitar,” urai Dirjen Veri usai menandatangani naskah kerjasama Kampus Universitas Sumatera Utara di Medan, Senin (6/12/2021).

Kerjasama meliputi pertukaran data & informasi, serta koordinasi bidang perlindungan konsumen terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat perlindungan; pengembangan sumber daya manusia; serta pemberian edukasi.

Sebelumnya, Kemendag telah bekerjasama dengan 43 Perguruan Tinggi se-Indonesia bersamaan Puncak Peringatan Hari Konsumen Nasional pada 28 Oktober 2021.
Sementara Direktur Pemberdayaan Konsumen, Ojak Simon Manurung, mengapresiasi Provinsi Sumatera Utara memiliki nilai Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) 51,49 atau di atas IKK Nasional yang 49,07 pada survei 2020.

“Nilai itu diharapkan terus meningkat sampai level konsumen berdaya sehingga mampu mendongkrak pemulihan ekonomi bangsa,” ujar Direktur Ojak, seraya menjelaskan IKK Nasional masih kategori Konsumen Mampu.
Cinta Produk

Di tempat sama Dekan Fakultas Hukum USU, Mahmul Siregar, mengakui kerjasama itu sejalan peran perguruan tinggi sebagai instansi yang membantu penyelesaian masalah kebangsaan & kemasyarakatan sekaligus memberi ruang FH USU dalam melaksanakan Tri Dharmanya melalui dimensi yang lebih luas.

“Pesatnya pembangunan ekonomi, liberasi perdagangan, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan pada era 4.0 menyebabkan perlindungan konsumen menjadi hal penting yang harus diwujudkan,” ujar Dekan Mahmul.

Kehadiran negara, katanya, diwujudkan dalam memberikan perlindungan kepada konsumen untuk memberikan kepercayaan yang diperlukan dalam meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri.

“Upaya mewujudkan konsumen cerdas, berdaya, dan cinta produk dalam negeri perlu diwujudkan dalam suatu upaya edukasi kepada konsumen.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.