HomeNewsDKI Jakarta Raih WTP Kedelapan Kali Berturut-turut

DKI Jakarta Raih WTP Kedelapan Kali Berturut-turut

Published on

Gubernur Pramono Apresiasi Seluruh Jajaran

Jakarta, Trenzindonesia | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencetak prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemprov atas capaian ini.

Ucapan tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat memberikan pengarahan kepada para pegawai usai penerimaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2024, yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Senin (26/5).

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Tim WTP Provinsi DKI Jakarta, para kepala perangkat daerah, dan seluruh jajaran, termasuk para penyusun laporan keuangan, bendahara pengeluaran, serta pengurus barang, atas kerja keras dan koordinasi yang baik dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan bertanggung jawab,” ujar Gubernur Pramono.

Ia menegaskan bahwa predikat WTP ini merupakan bukti komitmen kolektif dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta menjadi kado istimewa menjelang Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta.

Gubernur Pramono juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK paling lambat dalam 60 hari ke depan, sesuai rencana aksi yang telah disepakati.

“Pencapaian ini harus dijaga dengan kesungguhan untuk terus mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, akuntabel, dan transparan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar setiap rekomendasi ditindaklanjuti dengan serius dan memastikan agar temuan serupa tidak terulang di masa mendatang. Gubernur Pramono menekankan pentingnya menjadikan rekomendasi BPK sebagai pijakan untuk perbaikan berkelanjutan demi penerapan good governance.

Menjelang usia ke-500 tahun Jakarta pada 2027, Gubernur Pramono menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk BUMD dan RSUD, untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan dan aset daerah sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang optimal dan berkelanjutan.

“Saya menyadari, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan keluarga Bapak/Ibu sekalian yang telah memberikan dukungan moral selama proses audit berlangsung. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif, termasuk pengorbanan waktu dan tenaga yang patut kita apresiasi bersama,” pungkasnya. (Da_Bon/Fjr) |Foto: istimewa

Latest articles

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

Roy Romly Siapkan Single Anthem Filantropi, Dedikasi untuk Para Pejuang Kemanusiaan

Jakarta – Konselor dan pegiat sosial H. Muchamad Romly, S.Sos.I., M.E.Sy., atau yang akrab...

More like this

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...