Trenz Edutainment |Turut meramaiakan rangkaian perayaan Hut Ke-4 Galeri Indonesia Kaya yang telah resmi berdiri sejak 10 Oktober 2013 lalu, Dewi Gita dan Laila Sari yang diiringi Gamelan Irama Kesatria tampil dalam pertunjukan bertajuk Melodi Empat Penjuru. Dengan mengusung tema Hut ke-4 Galeri Indonesia Kaya bertajuk ‘Bhineka Itu Ika’, para seniman legendaris bertalenta tersebut berhasil menyajikan pertunjukan yang membawa tradisi dengan cara yang menyenangkan dan kekinian.
Selama 60 menit, Dewi Gita dan Laila Sari yang diiringi Gamelan Irama Kesatri hadir menghibur para penikmat seni di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu sore (14/10).
Dewi Gita mengawali penampilannya dengan membawakan lagu ‘Sang Penari’ yang melejitkan namanya di dunia musik Indonesia. Dewi Gita mengawali karier sebagai penari dan menekuni dunia tarik suara mulai usia 18 tahun. Beragam penghargaan perlombaan menyanyi diraih oleh pekerja seni yang memiliki teknik bernyanyi yang tidak lagi diragukan kepiawaiannya.
Dewi Gita juga menampilkan lagu ‘Stasiun Balapan’ dan ‘Cintaku’ dengan iringan Gamelan Irama Kesatria yang terdiri dari seluruh tim Bakti Budaya Djarum Foundation yang bermain gamelan. Kolaborasi ini tampil apik dan penuh canda tawa yang menghibur para penikmat seni.Seluruh lagu yang ditampilkan ini merupakan arensemen oleh Viza K. Mahasa dari V1MAST yang juga merupakan pelatih gamelan.
Laila Sari yang tampil pada lagu ‘Marilah Kemari’ dengan gayanya yang khas dan atraktif, juga menuai tepuk tangan dari para penikmat seni. Seniman yang bernama asli Nurlaila Sari Jahrotuljannah ini juga dikenal sebagai artis tiga zaman karena eksistensinya di dunia panggung hiburan tanah air lebih dari enam puluh tahun. Selain dunia akting yang melambungkan namanya di tahun 1950-an, Laila Sari juga menggeluti dunia tarik suara dan terkenal gemar menyanyikan musik bergenre rock hingga memiliki julukan yakni Nenek Rocker.
“Saya selalu senang kembali tampil di sini dan merupakan kebanggaan bagi saya dipercaya untuk tampil kembali di perayaan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya apalagi kali ini berkolaborasi dengan artis legendaris Laila Sari dan tim Bakti Budaya Djarum Foundation yang biasanya hanya berada di belakang panggung namun untuk hari ini, mereka mau belajar bermain gamelan dan mempersembahkan pertunjukan yang berbeda bagi para penikmat seni. Dengan tema Bhinneka Itu Ika, kiranya Galeri Indonesia Kaya terus memberikan inspirasi yang menyatukan masyarakat melalui kekayaan seni dan budaya Indonesia yang ditampilkan,” ujar Dewi Gita.
Pada kesempatan ini juga dilaksanakan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian selama 4 tahun ini. Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian memotong tumpeng dan memberikannya secara simbolis kepada Laila Sari sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman tanah air. Tak ketinggalan, seluruh penikmat seni yang hadir juga diberikan mini tumpeng sebagai bentuk terimakasih atas dukungan mereka terhadap seni pertunjukan yang ditampilkan di Galeri Indonesia Kaya.
“Terimakasih untuk semua pihak yang sudah bersama-sama membesarkan Galeri Indonesia Kaya. Semoga apa yang kami persembahkan di tempat ini tetap memberikan manfaat dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Renitasari.
Sebagai ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia, Galeri Indonesia Kaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation senantiasa menampilkan beragam pertunjukan yang mengangkat khasanah kebudayaan Indonesia yang dinikmati masyarakat secara gratis.
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah menyelenggarakan lebih dari 1.200 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. Selama itu pula, lebih dar 1400 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, workshop, kunjungan budaya, dan sebagainya yang digelar di ruang publik edutainment seni budaya berbasis digital pertama di Indonesia ini.
“Sudah 4 tahun Galeri Indonesia Kaya menemani para penikmat seni dengan ragam kegiatan yang mengangkat khasanah kebudayaan Indonesia. Dalam rentang waktu tersebut, Galeri Indonesia Kaya sudah dikunjungi lebih dari 425.000 pengunjung dan menjadi rumah bagi para pekerja seni. Ini merupakan prestasi sendiri bagi kami yang mendapat dukungan para pekerja seni, rekan-rekan media juga masyarakat luas yang tidak henti mendukung semangat Cinta Budaya, Cinta Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. (pr/Fjr) | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya
