Jakarta,Trenzindomesia.com – Di sebuah bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker, semangat seni dan keilmuan terus hidup hingga hari ini. Tempat yang dahulu menjadi asrama mahasiswa ITB itu kini dikenal sebagai Bimbel Villa Merah.
Sejak berdiri pada 1982, Villa Merah konsisten membina talenta muda di bidang seni rupa, desain, dan arsitektur. Kini, seiring meningkatnya minat generasi muda untuk menembus kampus bergengsi seperti ITB, lembaga ini memperluas jangkauannya ke Jakarta.
Menurut Kepala Cabang Jakarta Selatan, M Noval Rinaldi, pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental siswa.
“Setiap siswa kami dampingi hingga mampu menghasilkan portofolio terbaiknya. Itu menjadi kunci untuk bersaing,” ujarnya.
Di era digital, pendekatan pembelajaran pun berkembang. Siswa dapat belajar kapan saja melalui video tutorial, mengikuti kelas daring, hingga berkonsultasi secara personal. Namun, interaksi langsung tetap dipertahankan untuk menjaga kualitas pembelajaran.
Salah satu cerita datang dari Baiq Ayesha Zahra Qanitha Patria, siswi Binus School Bekasi. Ketertarikannya pada seni membawanya bergabung dengan Villa Merah—sebuah langkah yang kemudian mengantarkannya lolos ke IUP FSRD DKV ITB.
“Di sekolah saya tidak mendapatkan pembelajaran menggambar secara mendalam. Di sini, saya bisa membangun portofolio dengan lebih terarah,” tuturnya.
Melihat respon positif dari masyarakat, Villa Merah kini menatap langkah lebih besar: memperluas jaringan ke berbagai kota di Indonesia, sekaligus terus menjadi jembatan bagi generasi muda menuju industri kreatif global.
Jurnalis : Kelana Peterson
